Portal Kabupaten Sijunjung

3 NEGARA ASING KUNJUNGI HUTAN PARU SIJUNJUNG

Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Sijunjung mengadakan kunjungan antar negara yaitu Negara Thailand, Korea dan Philipina tentang penerapan teknologi penginderaan jarak jauh/sistem informasi geospasial untuk perencanaan pengelolaan hutan berbasis masyarakat di Nagari Paru, Kecamatan Sijunjung, Rabu, (3/9).

Kunjungan ini didampingi Asisten II Sekdakab Sijunjung, dr.Edwin Suprayogi, Kepala Dinas Parpora, Yofritas, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Kementrian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Kepala Project Afoco Compenent 3, Wali Nagari, Camat, Forkopimcam, Niniak Mamak, Cadiak Pandai Nagari Paru serta 17 orang peserta cross country visit (kunjungan lintas negara).

Kegiatan Asean –Korea On Forest Cooperation (AfoCo) (Asean –Korea Tentang Kerjasama Hutan) regional project ini telah memasuki tahun ke 4 dari 5 tahun durasi pelaksanaan dan pada tahun ini yang menjadi focus fasilitasi adalah perencanaan parrtisipatif pengelolaan hutan berbasis masyarakat menggunakan GIS dan teknologi pengindraan jarak jauh dalam pengelolaan sumber daya hutan.

Hutan Nagari Paru ini merupakan bagian dari tiga pilot site terpilih di indonesia bersama dengan hutan kemasyarakatan tuar tana di Kabupaten Sikka NTB dan Kemitraan Kehutanan Cempaka di Kabupaten Pringsewu Lampung.

Selama 4 Tahun fasilitas yang telah di lakukan oleh AfoCO terhadap hutan Nagari Paru ini di antaranya adalah Workshop Nasional maupun Regional,Inventaris Potensi, Pelatihan – Pelatihan Teknis seperti Budi Daya Lebah Madu, Anyaman Rotan dan Pembibitan, Serta Penyususnan Rencana Pengelolaan dan Tahunan Serta Alih Teknologi Persemaian dan Pengembangan Mata Pencaharian.

Untuk tahun 2018 juga telah di lakukan demontrasi plot penanaman seluas 8 Ha dengan jenis tanaman kayu, buah –buahan dan tanaman bawah.

Dr Edwin Suprayogi membuka acara sekaligus menyampaikan kegiatan ini merupakan langkah maju sebagai bagian upaya pelestarian hutan di indonesia khususnya nagari paru kelestarian hutan ini.

” Semestinya kita jaga bersama seterusnya kami dari pemerintah daerah akan erus mendorong upaya –upaya pelestaian hutan dan di harapkan juga kepada masyarakat agar mampu meningkatkan penghasilan masyarakat disamping sebagai pengatur fungsi tata air”, tegas Edwin. (Dwita/yola)@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.