Portal Kabupaten Sijunjung

BBGRM Dicanangkan Selasa Besok

Sijunjung. MC. Sijunjung, – Bila tidak ada halangan, Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat Kabupaten Sijunjung akan dicanangkan Selasa  (9/7) besok, di lapangan sepakbola Nagari Lalan, Kecamatan Lubuk Tarok.

Lalan ditetapkan tempat pencanangan BBGRM, karena nagari tersebut terpilih sebagai nagari terbaik Kabupaten Sijunjung pada tahun 2019 ini, kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN)  Kabupaten Sijunjung Khamsiardi, SSTP, M. Si selaku ketua tim fasilitasi BBGRM, Senin (8/7), di ruang kerjanya.

Sesuai kegiatan yang telah disusun, usai pencanangan BBGRM, akan diserahkan  piala dan hadiah kepada walinagari yang nagarinya terpilih sebagai terbaik I, II dan III serta harapan I, II dan III tingkat Kabupaten Sijunjung pada tahun 2019 ini, yaitu Nagari  Lalan, Padang Sibusuk, Unggan, Tanjung, Mundam Sakti dan  Nagari Aie Angek.

Selain itu juga akan diserahkan  piala dan hadiah kepada walinagari yang terpilih sebagai terbaik I, II dan III dalam penilaian kompetensi walinagari tingkat Kabupaten Sijunjung tahun 2019, yaitu Walinagari Tanjung, Kecamatan Koto VII; Mukhrin, Walinagari Tanjung Bonai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus; Adam dan Walinagari Latang, Kecamatan Lubuk Tarok; Jhon Aprizal.

Menurut Khamsiardi yang didampingi Kabid Keuangan dan Pembangunan Nagari DPMN Nasrudin, sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 tahun 2006, BBGRM yang diselenggarakan setiap tahun, setelah pencanangan, hari berikutnya dilaksanakan pada setiap nagari dan desa.

Dalam BBGRM yang berlangsung sebulan penuh, diharapkan pemerintah nagari dan pemerintah desa bersama masyarakat mampu  menuntaskan minimal satu kegiatan fisik, baik dibidang sosial dan ekonomi, maupun infrastruktur.

“Karena pelaksanaan BBGRM untuk memacu pembangunan nagari yang tujuan akhirnya meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, sesuai namanya, kita berharap pemerintah nagari, desa dan masyarakat melaksanakan kegiatan secara bersama dengan bergotong royong (goro),” harap Khamsiardi.

Sebab, menerapkan budaya goro dalam penghidupan sehar-hari, bagi anak nagari di Kabupaten Sijunjung merupakan satu tuntutan dan keharusan, karena nilai-nilai goro yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, adalah bagian dari budaya daerah yang perlu dilestarikan supaya lebih berhasil dan berdaya guna.

Disamping itu, goro juga untuk memperkuat integritas sosial budaya masyarakat di nagari serta memperkokoh kesatuan bangsa dan negara, karena sejarah perjalan daerah telah membuktikan bahwa semangat dan nilai kegotong royongan yang ada sejak dulu kala telah menjadi modal dasar yang sangat berarti dalam pelaksanaan pembangunan.

Budaya goro yang digalakan, tidak hanya sekedar bekerja sama dalam mengerjakan fisik, tapi juga merupakan filosofi  dan semangat kehidupan yang memiliki kekuatan dahsat untuk mewujudkan berbagai hal yang bersifat non fisik.

Karena begitu berarti dan bernilai, untuk menghidup suburkan budaya goro, melalui peraturan menteri dalam negeri Nomor 42 tahun 2005, pemerintah menetapkan pelaksanaan  BBGRM setiap tahun, sehingga di seluruh pelosok Indonesia, setiap nagari, desa dan kelurahan melaksanakan, papar Syukri dan Nasrudin. –nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.