• Subscribe

    Your Name (required)

    Your Email (required)

    Subject

    Your Message

(0754) 20064
[email protected]

Sektor Kehutanan

Kehutanan

Bidang Ekonomi Sektor Kehutanan Potensi Sumber Daya Hutan di Kabupaten Sijunjung mencapai ±186.226,64 ha (SK Menteri Kehutanan Nomor: SK.35/Menhut-II/2013) atau 59,48 % dari luas wilayah Kabupaten Sijunjung, dengan luas masing-masing fungsi terdiri dari Hutan Suaka Alam/ Kawasan Pelestarian Hutan (KSA/KPH), Pangian I dan Pangian II dengan luas ±40.178,13 ha berada di kecamatan Tanjung Gadang, Kamang Baru dan Sijunjung. Hutan Lindung (HL) dengan luas ±78.988,34 ha berada di Kecamatan Sijunjung, Sumpur Kudus, Tanjung Gadang, Lubuk Tarok, Kamang Baru, Koto VI dan IV Nagari. Hutan Produksi Terbatas (HPT) dengan luas ±29.709,49 ha yang berada di Kecamatan Kamang Baru, Sijunjung, Sumpur Kudus, Kupitan dan IV Nagari. Hutan Produksi Tetap (HPT) dengan luas ±22.230,32 ha berada di Kecamatan Sijunjung, IV Nagari, Lubuk Tarok, Kamang Baru, Tanjung Gadang, Kupitan, Koto VII dan Sumpur Kudus. Hutan Produksi (HP) yang dapat di konversi dengan luas ±15.125,36 ha berada di Kecamatan Kamang Baru, Tanjung Gadang dan Sijunjung.

Pengolahan kayu industri primer hasil hutan di Kabupaten Sijunjung berada di kecamatan Kamang Baru dan Koto VII sebanyak 9 unit dengan total target 26.400 m3 /tahun dan mampu menyerap sekitar 155 orang, Mulai tahun 2014 telah beroperasi 1 izin pemanfaatan hasil hutan kayu yang berasal dari hutan alam atas PT Multi Karya Lisun Prima berada Nagari Padang Tarok di Kecamatan Kamang Baru mampu menyerap tenaga kerja lebih kurang sekitar 150 orang.

Potensi Hasil hutan non kayu di Kabupaten Sijunjung yang tercatat Pada Dinas Kehutanan Kabupaten Sijunjung terdiri dari penanaman gaharu pada areal hutan rakyat di Nagari Latang Kecamatan Lubuk Tarok seluas 7 Ha, Nagari Muaro Bodi Kecamatan IV Nagari seluas 17 Ha dan 5 ha di Bukit Bual Kecamatan Koto VII, budidaya bambu di pingir sungai Batang Palangki dan karet, sedangkan potensi tanaman pinus terdapat di Nagari Tanjung Labuh seluas 43 Ha, Nagari Tanjung Bonai Aur seluas 18,5 Ha yang kedua nagari tersebut berada di Kecamatan Sumpur Kudus, kemudian di Nagari Batu Manjulur Kecamatan Kupitan seluas 56 Ha, Potensi pengolahan Jamur Tiram di Nagari Padang Sibusuk, Nagari Kampung Dalam dan Nagari Kunangan Parit Rantang, Sedangkan untuk Sarang burung walet tersebar di seluruh kecamatan dengan 76 goa berpotensi dan 8 buah bangunan untuk sarang burung walet,

Pemerintah Kabupaten Sijunjung melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 331/Menhut-II/2010 tentang Pembentukan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Model Sijunjung dengan luas ±150.942 Ha melakukan pengelolaan hutan di tingkat tapak sesuai dengan fungsi dan peruntukan KPHL. UPTD KPHL Model Sijunjung dibentuk dengan Peraturan Bupati Nomor 18 Tahun 2011, mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan hutan sesuai dengan fungsi hutan berdasarkan peraturan perundangan-undangan yang berlaku. Pengelolaan hutan adalah kegiatan yang meliputi tata hutan dan penyusunan rencana pengelolaan hutan, pemanfaatan hutan, penggunaan kawasan hutan, rehabilitasi dan reklamasi hutan, perlindungan hutan dan konservasi alam. Sarana dan prasarana unit usaha yang telah tersedia di UPTD KPHL adalah alat pengolahan madu dan alat penyulingan gaharu

Hutan kemasyarakatan/hutan desa (HKmHD) adalah hutan Negara yang pemanfaatan utamanya ditujukan untuk memberdayakan masyarakat di dalam dan disekitar kawasan hutan. Pemberdayaan masyarakat dilihat sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam rangka pengelolaan hutan berbasis masyarakat agar mereka mendapatkan manfaat sumberdaya hutan secara optimal dan adil melalui pengembangan kapasitas dan pemberian akses dalam rangka kesejahteraan masyarakat. Areal kerja yang sudah diusulkan untuk dikelola menjadi HKm/HD ± 27.128 Ha yang tersebar di beberapa Nagari, di Kecamatan Sumpur Kudus adalah Nagari Sisawah, Tanjung Labuah dan Manganti, di Kecamatan Lubuk Tarok adalah Nagari Lalan dan Nagari Lubuk Tarok, Kecamatan Tanjung Gadang adalah Nagari Langki, di Kecamatan Sijunjung, Nagari Paru, Nagari Silokek, Nagari Durian Gadang dan Nagari Aie Angek dan di Kecamatan Kamang Baru adalah Nagari Muaro Takung, Nagari Lubuk Tarantang dan Nagari Sei Betung.

error: Mouse Klik kanan anda rusak !!