• Subscribe

    Your Name (required)

    Your Email (required)

    Subject

    Your Message

(0754) 20064
[email protected]

Sektor Pertanian

Tanaman Pangan

Holtikultura

Padi

Untuk bidang tanaman pangan dengan komoditi unggulan adalah padi. Kinerja yang telah dilaksanakan dapat diukur dari capaian produksi, produktifitas, indeks pertanaman, penyediaan infrastruktur dan lain sebagainya.

Data produksi dan produktifitas tanaman padi di Kabupaten Sijunjung dapat dilihat dari tabel berikut :

Tabel IV.1
Data Produksi dan Produktifitas Padi
di Kabupaten Sijunjung dari tahun 2012 s/d 2014

Tahun Luas Panen (Ha) Produktifitas (Ton/Ha) GKP Kenaikan
Produktivitas
Produksi (Ton) Kenaikan %
2012 16.242 5,36 87.034
2013 18.393 5,31 0.05 97.667 12,22
2014 18.876 5,31 0,00 100.232 2,63

Sumber data : Sijunjung Dalam Angka 2014 dan Laporan Tahunan Distambun (Data diolah)

Dari tabel di atas dapat diketahui produktifitas padi mengalami kenaikan dalam waktu tiga tahun dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2014 sebesar 13.198 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau 15,16 %. Hal ini menunjukan keberhasilan program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan seperti dengan adanya Bantuan Langsung Bibit Unggul (BLBU), perbaikan jaringan irigasi, dan infrastruktur pertanian dan perbaikan teknologi.

Dengan adanya perbaikan jaringan irigasi dan penyediaan infrastruktur pertanian khususnya pengairan yang memadai serta perbaikan teknologi akan membawa dampak yang signifikan terhadap frekwensi penanaman padi pada lahan sawah sehingga lahan-lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanam 1 kali akan meningkat menjadi 2 kali atau 2,5 kali, untuk melihat dampak tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel IV.2
Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Lahan Sawah
di Kabupaten Sijunjung 2012 s/d 2014

Tahun Luas Lahan Sawah
(Ha)
Luas Tanam
(Ha)
IP Lahan
2012 10.887 19.628 1.80
2013 10.481 19.014 1.81
2014 10.629 18.363 1.73

 

Ubi Kayu

Komoditi ubi kayu merupakan komoditi tanaman pangan yang penting di Indonesia setelah padi, jagung, dan kedelai, yaitu sebagai bahan pangan, pakan dan bahan baku industri. Disamping itu komoditi tersebut merupakan tanaman pangan dengan daya adaptasi yang luas, mudah disimpan, dan mempunyai rasa enak. Mengingat ubi kayu mempunyai adaptasi yang luas hampir diseluruh wilayah di Kabupaten Sijunjung dapat ditanami ubi kayu. Pengembangan ubi kayu di Kabupaten Sijunjung mempunyai prosfek yang menjanjikan.

Komoditi ubi kayu selain berperan untuk memenuhi kebutuhan sumber karbohidrat untuk subsitusi beras juga sebagai bahan untuk diversikasi pangan. Ubi kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan, bahan baku industri dan bahan baku bioethanol.

Dalam laporan statistik tanaman pangan khususnya komoditi ubi kayu terjadi peningkatan luas panen dan produksi dan produktivitas dari tahun 2012 sampai dengan 2014. Pertanaman ubi kayu di kabupaten sijunjung pada umumnya terdapat di Kecamatan Kamang Baru dan Koto VII.

Dukungan pemerintah daerah dalam upaya peningkatan produksi ubi kayu sangat terlihat. Berbagai program meningkatkan luas pertanaman ubi kayu terus diluncurkan sejak tahun 2012. Selain itu upaya peningkatan nilai tambah juga terus dilakukan seperti : pembangunan pabrik mini pengolahan ubi kayu menjadi gaplek dan tepung mokaf di Kecamatan Kamang Baru. Peluang pasar bagi ubi kayu sangat besar dengan serapan pasar saat ini sekitar 20 ton/hari untuk kebutuhan industri makanan dalam bentuk bahan mentah ubi kayu maupun gaplek dan tepung mokaf.

 

Tanaman Manggis

Tingginya permintaan untuk memenuhi kebutuhan buah-buahan cenderung meningkat. Prospek pengembangan komoditas hortikultura khususnya manggis saat ini maupun masa yang akan datang cukup menggairahkan. Pengembangan usaha agrobisnis mempunyai keunggulan dibandingkan dengan komoditas pertanian lainnya, antara lain dalam satuan luas lahan yang kecil dapat memberikan keuntungan relatif besar dan dapat memberikan jaminan pendapatan yang tinggi dalam jangka panjang dan berkelanjutan. Pengembangan manggis merupakan investasi jangka panjang yang diarahkan untuk menjadi komoditas buah-buahan unggulan daerah yang mempunyai keunggulan komparatif dan kompetitif.

Ditinjau dari ketersediaan lahan dan kondisi daerah, pengembangan manggis sangat mendukung di Kabupaten Sijunjung. Saat ini populasi manggis secara keseluruhan di Kabupaten Sijunjung tahun 2014 terdapat 128.821 batang dengan tanaman produktif yang sedang menghasilkan sebanyak 27.217 batang dengan produksi buah segar 1.665 Ton (data Dinas Tanaman Pangan Dan Perkebunan Kab. Sijunjung tahun 2014). Namun di Kabupaten Sijunjung manggis ditanam tidak secara monokultur tetapi secara polykultur sehingga manggis tidak ada kebun manggis secara khusus. Sentra manggis di kabupaten Sijunjung adalah Kecamatan Lubuk Tarok, Koto VII dan Tanjung Gadang.

Pengembangan kawasan buah manggis di Kabupaten Sijunjung dilakukan melalui pola pemberdayaan petani dengan kegiatan berupa peningkatan kemampuan teknis dan penguatan modal usaha dalam bentuk bantuan sosial. Melalui bantuan sosial tersebut diharapkan kelompok tani mampu menjadi lembaga mandiri yang dapat mengelola sumberdaya yang dimiliki. Pola pemberdayaan seperti ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kelompok usaha dan mempercepat terbentuknya jaringan kelembagaan hortikuktura di pedesaan.