• Subscribe

    Your Name (required)

    Your Email (required)

    Subject

    Your Message

(0754) 20064
[email protected]

Sektor Peternakan dan Perikanan

Peternakan

Perikanan

Kebijakan

Kawasan

Peluang


Potensi SDM Peternak

Jumlah penduduk Kabupaten Sijunjung hasil Sensus Penduduk Tahun 2013 tercatat 214.560 jiwa terdiri dari laki-laki 107.156 jiwa dan perempuan 107.374 jiwa dan yang tercatat sebagai penduduk angkatan kerja 63,04 %, jumlah penduduk yang bekerja 60,66 % (Sijunjung Dalam Angka tahun, 2013)

Dari jumlah penduduk yang bekerja tersebut, 49,66% berusaha di bidang pertanian secara umum (tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan pembudidaya ikan). Ketersediaan sumber daya manusia juga didukung oleh aspek budaya yang secara turun temurun sudah terbiasa melakukan kegiatan budidaya peternakan dan perikanan, sehingga hal ini merupakan potensi strategis pendukung pengembangan peternakan dan perikanan di Kabupaten Sijunjung ke arah yang lebih baik dan lebih cepat.

Tersedianya SDM (Sumber Daya Manusia) pada Dinas Peternakan dan Perikanan.

Sumberdaya Manusia merupakan pelaksana dari pembangunan peternakan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan. Saat ini Dinas didukung dengan 86 orang personil yang terdiri dari 56 orang PNS, 15 orang tenaga kontrak dan 15 orang tenaga harian lepas yang bertempat di seluruh unit kerja Dinas Peternakan dan Perikanan baik di kantor dinas di Muaro Sijunjung, di masing-masing kecamatan, di UPTD Pasar Ternak Palangki

Daya tampung (carrying capacity) ternak ruminansia sesuai pola penggunaan lahan di Kabupaten Sijunjung dengan indeks satuan ternak (ST) adalah 99.922 ST, sementara populasi ternak ruminansia yang ada (sapi, kerbau, kambing dan domba) adalah 56.462 ekor atau setara dengan 28.231 ST. Dengan demikian kapasitas tampung yang masih tersisa adalah 71.691 ST. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat sebagai berikut :

No Uraian Daya tampung ternak ruminansia (ST)
1. Ketersediaan lahan :
a. Lahan garapan non kebun sawit
b. Lahan garanap khusus kebun sawit
c. Semak belukar

37.283
53.066
9.573
JUMLAH 99.922
2. Populasi ternak ruminansia (2010) tdr dari sapi, kerbau, kambing domba 28.231
3. Daya tampung yang masih bisa dimanfaatkan.
Daya tampung lahan non sawit
b.
Daya tampung lahan sawit
71.691
23.336
53.066

 

Secara umum sumber perikanan bisa dibedakan menjadi perikanan darat dan perikanan laut. Sektor perikanan di Kabupaten Sijunjung hanya ada perikanan darat saja. Perikanan darat tersebut bisa dibedakan menjadi dua yaitu budidaya perikanan dan perairan umum. Luas area budidaya perikanan darat Sijunjung tahun 2014 seluas 1.746,25 Ha dengan produksi 13.167,05 ton.

Potensi SDM Pembudidaya Ikan.

Jumlah penduduk Kabupaten Sijunjung hasil Sensus Penduduk Tahun 2013 tercatat 214.560 jiwa terdiri dari laki-laki 107.156 jiwa dan perempuan 107.374 jiwa dan yang tercatat sebagai penduduk angkatan kerja 63,04 %, jumlah penduduk yang bekerja 60,66 % (Sijunjung Dalam Angka tahun, 2013)

Dari jumlah penduduk yang bekerja tersebut, 49,66% berusaha di bidang pertanian secara umum (tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan pembudidaya ikan). Ketersediaan sumber daya manusia juga didukung oleh aspek budaya yang secara turun temurun sudah terbiasa melakukan kegiatan budidaya peternakan dan perikanan, sehingga hal ini merupakan potensi strategis pendukung pengembangan peternakan dan perikanan di Kabupaten Sijunjung ke arah yang lebih baik dan lebih cepat.

Potensi perikanan yang tersedia di Kabupaten Sijunjung adalah sebagai berikut :

No Uraian Luas areal/ha/unit
1
2
3
4
5
6
7
8
Kolam
Sawah
Keramba
Sungai
Rawa
Telaga
KJA
Race way
5.064 ha
5.658 ha
3.075 unit
1.210,45 km
10 ha
16,25 ha
543 unit
159 unit

Pembangunan peternakan dan perikanan di Kabupaten Sijunjung sangat didukung oleh kebijakan baik dari pemerintah pusat dan daerah (propinsi dan kabupaten). Di tingkat pusat Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau dari Direktorat Jendral Peternakan Kementrian Pertanian memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pembangunan peternakan di Kabupaten Sijunjung, karena untuk pencapaian swasembada daging sapi dan kerbau ini berbagai program diluncurkan ke daerah antara lain perbibitan ternak sapi, penyelamatan sapi betina produktif, intensifikasi Inseminasi Buatan dengan pembangunan Unit Layanan Inseminasi Buatan (ULIB) baru, intensifikasi kawin alam dengan bantuan pejantan pemacak unggul, bantuan langsung kelompok untuk pengembangan budidaya peternakan dalam bentuk kegiatan-kegiatan integrasi tanaman-ternak, Sarjana Membangun Desa, Village Poultry Farming, pengembangan sapi potong, pengembangan ternak kambing/domba dan program/kegiatan lainnya.

Kemudian kebijakan Kementrian Kelautan dan Perikanan yang komit dengan target peningkatan produksi perikanan budidaya 353% pada tahun 2015 yang juga didukung dengan berbagai program dalam rangka pencapaian target dimaksud.

Dukungan dari pemerintah Propinsi Sumatera Barat juga sangat signifikan. Dengan program Gerakan Pensejahteraan Petani yang didalamnya terdapat program ‘satu petani satu sapi” merupakan dukungan untuk peningkatan usaha peternakan baik untuk komoditi sapi maupun komoditi peternakan dan perikanan lainnya.

Kekuatan yang juga sangat penting dalam pembangunan peternakan dan perikanan di Kabupaten Sijunjung adalah mulai tumbuhnya kawasan peternakan dan perikanan. Kawasan itu adalah :

1. Kawasan pengembangan sapi potong di Kec. Kamang, Sijunjung, Koto VII, IV Nagari, Kupitan, Sumpur Kudus dan Kec. Tanjung Gadang.
2. Kawasan integrasi sapi-sawit di Kec. Kamang Baru dan Lubuk Tarok.
3. Kawasan pengembangan ayam buras di Kec. Sijunjung dan Lubuk Tarok
4. Kawasan ternak kerbau di Kec. Sijunjung ,Koto VII, IV Nagari dan Lubuk Tarok.
5. Kawasan ayam petelur di Kec. Sumpur Kudus
6. Kawasan ayam ras pedaging di Kec. Sijunjung dan Koto VII
7 Kawasan ternak domba dan kambing di Kec. Kamang Baru, Lubuk Tarok, Sijunjung dan Kec. Sumpur Kudus.
8. Kawasan perikanan budidaya di Kec. Lubuk Tarok, Kec. Sumpur Kudus, Kamang Baru dan Kec. Tj. Gadang.


Kawasan peternakan atau perikanan dimaksudkan adalah wilayah tertentu dimana terdapat usaha peternakan atau perikanan mulai dari hulu sampai hilir (sarana produksi, budidaya, pasca panen).

Tingginya peluang pasar untuk produk peternakan dan perikanan

Permintaan pasar terhadap produk peternakan dan perikanan masih sangat besar. Untuk pemenuhan konsumsi lokal saja produk peternakan dan perikanan masih berpeluang besar. Konsumsi daging, telur, susu dan ikan masyarakat Kabupaten Sijunjung Tahun 2010 masing-masing adalah 4,5kg/cap/tahun, 2,07kg/cap/th, 1,07kg/cap/th dan 20,19kg/cap/th. Angka tersebut masih sangat jauh dibawah konsumsi nasional yaitu daging 10 kg/cap/th, telur 4 kg/cap/th, susu 8,2 kg/cap/th dan ikan 26 kg/cap/th. Selain itu posisi Kabupaten Sijunjung yang berbatasan dengan propinsi Riau dan Jambi dinilai sangat strategis karena terdapat permintaan produk peternakan dan perikanan untuk pemenuhan kebutuhan merek. Permintaan yang cukup tinggi terhadap produk peternakan dan perikanan tersebut menjadi peluang pengambangan usaha peternakan dan perikanan di Kabupaten Sijunjung

Tersedia potensi lahan untuk kawasan

Lahan kering, padang/semak belukar maupun tanah kosong yang masih sangat luas (51.353,5 ha) merupakan potensi untuk penyediaan pakan ternak untuk mendukung pengembangan peternakan di Kabupaten Sijunjung. Disamping itu lahan kebun campuran dan perkebunan (84.783 ha) juga merupakan potensi sumber pakan baik berupa limbah perkebunan atau hijauan di lahan perkebunan yang diintroduksikan ternak ke dalamnya.

Tingginya minat masyarakat berusaha di bidang peternakan dan perikanan

Berusaha di bidang peternakan dan perikanan semakin diminati oleh masyarakat Kabupaten Sijunjung. Setiap tahunnya permintaan bantuan sarana produksi (bibit/benih, pakan,dll) melalui proposal kepada Dinas Peternakan dan Perikanan sangat tinggi jumlahnya. Demikian juga bila dilihat dari usulan masyarakat melalui Musrenbang. Tingginya minat ini disebabkan karena masyarakat menyadari berusaha peternakan ataupun perikanan dapat menjadi salah satu usaha untuk pemberdayaan ekonomi keluarga, disamping usaha ini tidak terlalu menyita waktu sehingga usaha lain (pertanian, perkebunan) tetap berjalan.

Tersedia kelembagaan peternak dan pembudidaya ikan

Kelembagaan yang ada dalam menunjang pembangunan peternakan dan perikanan di Kabupaten Sijunjung antara lain 83 kelompok peternak dan 93 kelompok pembudidaya ikan, KTNA, Asosiasi peternak dan pembudidaya ikan, Koperasi Unit Desa, Koperasi berbasis komoditi peternakan dan perikanan, Koperasi serba usaha yang terse3bar hamper merata di seluruh kecamatan dan nagari.

Tersedia kredit program dan pemodal lainnya

Perhatian pemerintah terhadap pengembangan usaha peternakan dan perikanan dari segi permodalan saat ini cukup besar. Tersedia bermacam skim kredit dengan bunga lunak dari perbankan, maupun beragam kredit dari pemodal lain seperti CSR (Coorporate Social Responsibility) perusahaan swasta, investor perorangan dari perantau, maupun kredit dari pemerintah seperti PUAP, KMN, UMKM dan lain sebagainya. Tinggal lagi bagaimana peternak dan pembudidaya ikan memanfaatkan berbagai kredit dimaksud.