• Subscribe

    Your Name (required)

    Your Email (required)

    Subject

    Your Message

(0754) 20064
[email protected]

Bidang Sarana&Prasarana

Pengembangan  Infrastruktur/Sarana dan prasarana memberikan  kontribusi pada pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sijunjung. Disini ada keterkaitan timbal balik antara infrastruktur dan ekonomi. terdapat hubungan kausalitas yang bersifat dua arah, dimana pengembangan dan pembangunan infrastruktur transportasi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan sebaliknya pertumbuhan ekonomi mempengaruhi pengembangan dan pembangunan infrastruktur Transportasi.

Peluang infestasi dan kegiatan ekonomi di Kabupaten Sijunjung berpotensi menjadi terbuka dan berkembang apabila infrastruktur/sarana dan prasarana jalan, jembatan,  terminal  dan  angkutan  darat  dalam  kondisi  baik  secara kuantitas maupun kulitas.

Jalan

Berdasarkan data jalan dan kondisi jalan yang ada di Kabupaten Sijunjung membuka peluang dalam usaha pengadaan bahan olahan dan barang jadi yang merupakan  bahan  untuk  pembangunan  sarana  dan  prasarana,  sehingga apabila lancar sarana transportasi mendorong timbulnya atau terbukanya peluang-peluang  kegiatan  perekonomian  untuk  menunjang  potensi  daerah serta peluang investasi didaerahnya tersebut.

Angkutan Darat

Sarana  angkutan  darat  memegang  peranan  penting  karena  dapat dipergunakan oleh masyarakat sebagai angkutan penumpang serta angkutan barang-barang produksi hasil pertanian, kehutanan, perternakan serta hasil tambang. Namun kondisi jalan dan jembatan harus mendukung untuk menjangkau  semua  kecamatan  yang  ada  di  Kabupaten  Sijunjung  sehingga hasil- hasil produksi yang berpotensi tidak sulit untuk dipasarkan.

Kabupaten Sijunjung membutuhkan terminal, terutama terminal tipe C yang berada  di  kecamatan-kecamatan  yang sangat  dibutuhkan  terutama  untuk pasar kecamatan .

Irigasi

Pembangunan dibidang pertanian sangat membutuhkan dukungan dari infrastruktur pengairan, khususnya irigasi yang menyediakan air bagi pemenuhan kebutuhan akan air untuk areal pertanian dalam upaya peningkatan produksi pertanian dan untuk jaminan ketahanan pangan di Kabupaten Sijunjung

Air Bersih

Pada Tahun  2012  jumlah  pelanggan  PDAM  Tirta  Sanjung  Buana  5.929 Sambungan Rumah (SR). Tahun 2013 bertambah  menjadi 6.193, SR. Untuk tahun 2014 meningkat menjadi 7.1872 SR. Sedangkan Hidran Umum yang digunakan pelanggan secara kumunal pada tahun 2014 mengalami pengurangan yang cukup banyak

S
ektor Perumahan dan Permukiman

Dalam hal pemenuhan kebutuhan akan rumah untuk saat sekarang di Indonesia  masih 80% dilakukan secara swadaya atau dilakukan sendiri oleh masyarakat secara  individu  atau kelompok  sedangkan  sisanya  hanya  20% dilakukan secara formal atau yang disediakan melalui peran pengembang/ developer (Deputi Bidang Perumahan Swadaya, PU 2009).

Penyediaan rumah secara formal dari tahun 2011 di tambah dengan izin yang dikeluarkan hingga tahun 2014 maka dari total keseluruhan berjumlah 2.946 unit, jika dibandingkan dengan jumlah kekurangan rumah maka terjadi backlog kebutuhan akan rumah sebesar 1.207 unit atau dengan kata lain masih terjadi kekurangan penyediaan rumah sebesar 70% dan sebaliknya kebutuhan rumah yang  terpenuhi  secara  formal  hanya  30%.  Hal  ini  merupakan  potensi  dan peluang investasi bagi pengembang perumahan.

error: Mouse Klik kanan anda rusak !!