• Subscribe

    Your Name (required)

    Your Email (required)

    Subject

    Your Message

(0754) 20064
[email protected]

Bidang Sosial Budaya

Pendidikan

Kesehatan

Pariwisata&Seni Budaya

Ketenagakerjaan

Analisis Kondisi Internal.

Kinerja pengelolaan akses PAUD di Kabupaten Sijunjung masih kurang dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) sebesar 12.08%.

Dari 8 Kecamatan di Kabupaten Sijunjung, seluruh kecamatan telah memiliki TK meskipun demikian minat penduduk terhadap TK sudah cukup baik dengan rata-rata per sekolah mencapai 30 siswa.

Dari sisi mutu layanan PAUD belum memuaskan karena hanya 36.98% guru yang telah memiliki kualifikasi ≥ S1/D4, baru 25.15% guru TK bersertifikat. Kinerja pengelolaan akses pendidikan dasar di Kabupaten Sijunjung menggembirakan dengan APM SD 99.70% dan APM SMP 79.98%. Kondisi ini terkait juga dengan komitmen PEMDA Kabupaten Sijunjung dalam menyediakan SD dan SMP di seluruh Kecamatan.

Namun demikian, pemenuhan akses pendidikan tersebut belum sejalan dengan kualitas guru SD. Saat ini hanya 65,28% guru SD telah berkualifikasi ≥ S1/D4 dan hanya 45,94% guru SD yang bersertifikat pendidik. Sementara untuk SMP kondisinya jauh lebih baik, sebanyak 91,55% guru SMP telah berkualifikasi ≥ S1/D4 dan sebanyak 53,27% guru telah bersertifikat pendidik. Pemenuhan akses pendidikan di jenjang pendidikan menengah telah dilakukan sejalan dengan pendidikan dasar, hingga saat ini APK SM telah mencapai 85,57%.

Walaupun SD, SMP dan SM sudah ada di semua kecamatan di Kabupaten Sijunjung namun dari sisi jumlah satuan pendidikan berdasarkan rasio satuan pendidikan dengan jumlah penduduk dan rasio satuan pendidikan dengan pendidikan lanjutannya (SD ke SMP dan SMP ke SM), masih terdapat ketidak merataan, beberapa kecamatan masih kekurangan jumlah satuan pendidikan.

Strategi Penuntasan Akses Pendidikan

  1. Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD)

Strategi penuntasaan akses PAUD focus pada dua permasalahan pokok yaitu :
1. Penyediaan akses PAUD di seluruh wilayah Kabupaten Sijunjung
2. Penyediaan bantuan biaya pendidikan pada siswa dengan kemampuan ekonomi lemah

Arah kebijakan percepatan yang ditempuh meliputi :
1. Penyediaan BOP PAUD bagi lembaga
2. Pembangunan Unit PAUD Terpadu baru
3. Penyediaan Bantuan rintisan PAUD baru

Mengacu pada distribusi TK yang ada di Kabupaten Sijunjung penyediaan PAUD diprioritas pada Kecamatan Sijunjung.

Strategi peningkatan mutu PAUD focus pada permasalahan pokok yaitu :
1. Penyediaan guru berkualifikasi ≥S1/D4
2. Peningkatan Kualitas layanan Pendidikan

Arah kebijakan percepatan yang ditempuh meliputi :
1. Peningkatan Kualifikasi bagi Guru TK jenajang S1
2. Sertifikasi bagi guru TK
3. Pemberian Alat Peraga Edukasi bagi lembaga PAUD
4. Sekolah Dasar.

Strategi penuntasan akses pendidikan focus pada permasalahan pokok yaitu penyediaan bantuan biaya pendidikan pada siswa dengan kemampuan lemah.

Arah kebijakan percepatan yang ditempuh meliputi :
1. Penyediaan Bantuan operasional sekolah bagi siswa SD
2. Penyediaan Bantuan Siswa Miskin bagi siswa SD

Meskipun telah memiliki capaiam angka partisipasi yang baik. Beberapa kecamatan masih memerlukan tambahan kapasitas melalui pembangunan RKB.

Strategi peningkatan Mutu Pendidikan Dasar focus pada permasalahan pokok yaitu :
1. Penyediaan guru ≥S1/D4 untuk SD
2. Peningkatan kualitas layanan pendidikan

Arah kebijakan percepatan yang ditempuh meliputi :
1. Peningkatan Kualifikasi bagi guru SD ke jenjang S1
2.
Sertifikasi bagi guru SD
3.
Sekolah menengah Pertama

Strategi penuntasan akses pendidikan focus pada permasalahan pokok yaitu penyediaan bantuan biaya pendidikan pada siswa dengan kemampuan ekonomi lemah.

Arah kebijakan percepatan yang ditempuh meliputi :
1. Bantuan Operasional Sekolah bagi siswa SMP
2. Bantuan Siswa miskin bagi SMP

Meskipun telah memiliki capaian angka partisipasi yang baik. Beberapa kecamatan masih memerlukan tambahan kapasitas melalui pembangunan USB dan RKB.

Strategi peningkatan mutu Pendidikan dasar focus pada permasalahan pokok yaitu :
1. Penyediaan Guru ≥ S1/D4 untuk SMP
2. Peningkatan Kualitas layanan pendidikan

Arah Kebijakan percepatan yang ditempuh meliputi :
1. Peningkatan Kualifikasi bagi guru SMP ke jenjang S1
2. Sertifikat bagi guru SMP
3. Pendidikan menengah.

Strategi penuntasan akses pendidikan menengah focus pada permasalahan pokok penyediaan bantuan biaya pendidikan pada siswa dengan kemampuan ekonomi lemah.

Arah kebijakan percepatan yang ditempuh meliputi :

  1. Pembangunan Ruang kelas Baru (RKB)
  2. Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB)
  3. Pemberian Bantuan Operasional Sekolah
  4. Pemberian Bantuan Siswa Miskin

Strategi peningkatan mutu pendidikan menengah focus pada permasalahan pokok yaitu :

Peningkatan kualitas layanan pendidikan

Arah kebijakan percepatan yang ditempuh meliputi :

  1. Peningkatan Kualifikasi bagi guru SM ke jenjang S1
  2. Sertifikasi bagi guru SM

Dalam mencapai tujuan pembangunan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, berbagai upaya pelayanan kesehatan diberikan kepada masyarakat. Berikut upaya-upaya kesehatan yang dilakukan di Kabupaten Sijunjung selama tahun 2014.

Pelayanan Kesehatan Dasar

Upaya Kesehatan dasar adalah suatu upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan menuju kepada yang lebih optimal dengan memberikan pelayanan-pelayanan kesehatan kepada masyarakat tersebut. Pelayanan yang cepat, tepat, dan dengan mutu yang baik semoga dapat mengatasi permasalahan kesehatan yang ada. Berabagai pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh fasilitas kesehatan di Kabupaten Sijunjung selama tahun 2014 dapat digambarkan sebagai berikut:

a. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi

Seorang ibu mempunyai peranan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan seorang anak. Derajat kesehatan ibu yang sedang hamil dapat mempengaruhi pada kesehatan janin dalam kandungan sampai masa kelahiran dan pada masa pertumbuhan bayi dan anaknya.

Kebijakan tentang kesehatan ibu dan bayi baru lahir secara khusus berhubungan dengan pelayanan antenatal, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir yang diberikan di semua jenis fasilitas kesehatan.

b. Pelayanan Anak Balita

Pelayanan kesehatan anak balita dilakukan untuk memantau perkembangan anak balita secara dini. Pemantauan dini terhadap tumbuh kembang dan pemantauan kesehatan tersebut dilakukan oleh tenaga kesehatan dan peran serta dari masyarakat seperti kader kesehatan.

Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan setiap anak usia 12-59 bulan dilaksanakan melalui pelayanan SDIDTK minimal 2 kali pertahun (setiap 6 bulan) dan tercatat pada kohort anak balita dan prasekolah atau pencatatan dan pelaporan lainnya. Cakupan pelayanan anak balita yaitu anak balita yang memperoleh pelayanan pemantauan pertumbuhan minimal 8 kali setahun. Cakupan pelayanan anak balita di Kabupaten Sijunjung tahun 2014 yaitu sebesar 64.7 % meningkat dibandingkan tahun 2013 ( 64,06 %).

c. Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut

Pelayanan kesehatan pralansia dan usia lanjut di Kabupaten Sijunjung tahun 2014 cakupannya baru mencapai 70.2 % (12.162) dari jumlah Usia (60 tahun +) yang ada 17.345 .

Kondisi alam dan perbukitan membuat Kabupaten Sijunjung sangat berpotensi di sektor pariwisata, yang ditopang oleh keindahan alam, serta berpadu dengan banyaknya Ngalau (goa) serta air terjun yang ada di sejumlah lokasi.

Potensi di atas, diperkaya lagi dengan sektor sejarah, baik di era kerajaan masalalu, Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda hingga ke Pendudukan Jepang. Adapun yang menjadi potensi unggulan di sektor pariwisata adalah :

I. Objek Wisata Musiduga ( Muaro, Silokek dan Durian Gadang )

Musiduga adalah salah satu kawasan wisata andalan yang terdiri dari beraneka objek wisata alam, sejarah dan minat khusus.

Di sepanjang kawasan ini, para wisatawan dimanjakan oleh bentangan alamyang indah seperti Air Terjun Palukahan, Ngalau Talago, Pasir Putih, Arung Jeram Batang Kuantan dan Lokomotif Uap Peninggalan Jepang pada saat Romusha.

1. Air Terjun Palukahan

Terdiri dari 2 buah air terjun dengan ketinggian 74m dan 45m. Pada kawasan air terjun bisa untuk kegiatan Trekking, istirahat untuk mendapatkan sensasi segarnya air pegunungan.

2. Ngalau Talago

Ngalau Talago terletak sekitar 2,5 km dari Silokek dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Medan yang cukup berat merupakan tantangan tersendiri bagi para pecinta wisata alam. Disamping telaga yang yang tak pernah kering, stalagtit dan stalagnit yang berkilauan, adanya batuan yang menyerupai buaya menjadikan Ngalau Talago ini layak untuk dikunjungi. Di ngalau ini para serdadu Jepang disekap dan dibunuh pada masa Romusha.

3. Pasir Putih

Pasir Putih terletak di di pinggir Sungai Batang Kuantan. Pasir Putih yang lembut menjadi tempat yang nyaman untuk bermain dan beristirahat. Didukung oleh udara yang segar, Pasir Putih merupakan alternative yang tepat untuk menenangkan fikiran.

4. Arung Jeram Batang Kuantan

Sungai Batang Kuantan sepanjang 38 km memiliki arus yang relative stabil dan cepat sehinnga sangat ideal untuk dijadikan sebagai jalur arung jeram. Aktifitas yang menegangkan akan terasa asyik ketika melewati 13 buah jeram dengan tingkat kesilitan tinggi grade 1V dan grade V. Disini juga sering diadakan event-event arung jeram dan juga Open Turnamen Selaju Sampan Badunsanak yang menjadi acara tahunan.

5. Lokomotif Uap

Lokomotif uap peninggalan Romusha ini ditemukan di Nagari Durian Gadang pada 1980. Daerah di sekitar kawasan ini merupakan daerah buangan dan kerja paksa untuk pembangunan jalur kereta api dari Muaro Sijunjung – Riau melalui Logas yang terdapat di pinggir Batang Kuantan.

II. Objek Wisata Telabang Sakti

Wahana Wisata Telabang Sakti ini terletak di Kecamatan Kamang Baru, disini terdapat beberapa tempat wisata seperti wisata air yaitu kolam renang, kolam ikan, juga terdapat arena bermain flying fox, dan lintasan off road.

III. Objek Wisata Ngalau Loguang

Ngalau Loguang terletak di Aia Angek Kecamatan Sijunjung, Ngalau ini indahnya luar biasa sepanjang 7 Km, didalamnya terdapat Stalagtit dan Stalagnit, sementara di tengah-tengah ngalau terdapat sebuah lapangan yang sangat luas bisa dimanfaatkan untuk kegiatan kemping dan lainnya. Didepan mulut goa Ngalau ini terdapat kolam pemandian air panas dan air dingin dimana airnya berasal dari dalam ngalau tersebut, menurut kepercayaan masyarakat pemandian air ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Beragam seni dan budaya juga membuat Kabupaten Sijunjung berpotensi di sektor kesenian dan kebudayaan, untuk menjaga kesenian dan kebudayaan tetap lestari maka pemerintah daerah khususnya Dinas Parsenibudpora mengadakan berbagai macam kegiatan seperti : pembinaan ke sanggar-sanggar, kegiatan festival, kegiatan pergelaran dan kegiatan perlombaan kesenian, baik seni suara, seni tari dan seni musik. Perlombaan ini diadakan biasanya dalam menyambut hari-hari besar dan hari- hari bersejarah Kabupaten Sijunjung. Beberapa kesenian langka yang menjadi potensi seni dan budaya Kabupaten Sijunjung diantaranya :

Daftar Kesenian Langka

No Nama Kesenian Nagari Kecamatan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Baombai
Badundun
Anak Rajo Turun Mandi
Tari Sidang Malam
Maelo Tonggak
Talempong
Limo Talempong Unggan
Luka Gilo
Bersanji Sarapul Anam Tari Pondang, SilekKapak, Gondang Barek
Padang Laweh Pulasan

Nagari Aie Angek
Aie Amo
Unggan
Mundam sakti

oto VII
Tanjung Gadang Tanjung Gadang
Tanjung Gadang Sijunjung
Kamang Baru
Sumpur Kudus
IV Nagari
Kupitan
Tj. Gadang
Koto VII

Sumber Data : Dinas Parsenibudpora Sijunjung

Potensi dan Peluang Daerah di Bidang Ketenagakerjaan di Kabupaten Sijunjung telah melakukan upaya-upaya agar tenaga kerja produktif di Kabupaten Sijunjung menjadi terampil dan siap pakai, yaitu :

1. Pelatihan dan Keterampilan Tenaga Kerja

Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan mutu tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan pembangunan dilaksanakan pelatihan keterampilan yang diarahkan untuk dapat memenuhi persyaratan dasar yang dibutuhkan oleh pengguna tenaga kerja. Sejalan dengan arah tersebut, kualifikasi pelatihan secara bertahap dikembangkan ke tingkat jenjang lanjutan dan spesialis. Mutu instruktur pelatihan juga ditingkatkan. Dalam pelaksanaan pelatihan keterampilan, prioritas diberikan kepada angkatan kerja usia muda, terutama di perdesaan, yang akan masuk ke dunia kerja, agar mereka dapat berperan menjadi tenaga kerja produktif. Selain itu pelatihan keterampilan juga diberikan kepada angkatan kerja yang sudah bekerja, baik dalam rangka meningkatkan mutu dan produktivitas pekerja maupun efisiensi perusahaan.

2. Padat Karya Produktif dan Penerapan Tekhnologi Tepat Guna ( TTG ) Serta Padat Karya Infra struktur.

Dalam melaksanakan Padat Karya Produktif di Kabupaten Sijunjung adalah merupakan kegiatan yang mempekerjakan atau menyerap tenaga kerja penganggur dalam jumlah yang relatif banyak dengan membangun sarana produktif yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan melalu kelompok usaha yang dikelola secara bersama-sama.