Portal Kabupaten Sijunjung

BUKA LUBUK LARANGAN, SUDAH MENJADI BUDAYA DI PERKAMPUNGAN ADAT

Lubuk larangan masih menjadi budaya kearifan lokal yang tetap terjaga di masyarakat Nagari Sijunjung saat ini, tepatnya di Jorong Padang Ranah dan Jorong Tapian Diaro membuka lubuk larangan menggunakan Jaring “Pukek” selama dua hari, Senin-Selasa (12-13/2).

Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Jorong Padang Ranah Hendri, turut hadir niniak mamak, tokoh masyarakat dan ikut hadir pula masyarakat sekitar daerah Kecamatan Sijunjung.

Warga mengartikan lubuk larangan adalah larangan menangkap ikan di dalam sungai, sebelum waktu yang ditentukan. Jadi ikan lubuk larangan satu sampai dua tahun tidak boleh diambil.

Banyak manfaat yang didapat masyarakat dari lubuk larangan tersebut, uang yang telah terkumpul hasil lubuk larangan digunakan untuk pembangunan Masjid yang ada di dua Jorong tersebut.

Sebagian hasil panen akan dimakan bersama dengan masyarakat dalam rangka mewujudkan rasa syukur kepada Allah SWT “Muluq”, sedangkan hasil panen yang lain dijual kepada masyarakat setempat maupun dari luar Jorong.

Ketua Panitia Lubuk Larangan, Hendri mengatakan dari kegiatan ini juga akan tercipta keakraban di antara para warga, sehingga tercipta keharmonisan bermasyarakat diantara mereka.

Sedang dari segi pelestarian lingkungan hidup, eksistensi sungai bersama habitatnya terjaga dengan baik, di mana tumbuhan dan makhluk hidup seperti ikan dan udang dapat hidup dan berkembang biak, sehingga saat musim panen seluruh masyarakat dapat menikmatinya.

“Untuk masyarakat Kabupaten Sijunjung yang berminat membeli ikan segar segera datang ketempat panitia tepatnya di jorong tapian diaro dan padang ranah”, imbaunya. (Dicko/Rio-kominfo)@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.