• Subscribe

    Your Name (required)

    Your Email (required)

    Subject

    Your Message

(0754) 20064
[email protected]

CIPTAKAN TATA KERJA MEMBERANTAS KORUPSI

Memanfaatkan momentum pergantian tahun umat Islam dari 1438 H ke 1439 H, tokoh masyarakat H. Nasrullah berharap Pemkab Sijunjung menata lingkungan dengan menciptakan tata kerja yang mampu mencegah dan memberantas korupsi.

“Kalau tidak salah, tahun 1439 H akan menjelma 21 September mendatang. Artinya, pergantian tahun umat Islam dari 1438 H ke 1439 H segera terjadi.  Memanfaatkan momentum pergantian tahun itu, kita berharap Pemkab Sijunjung menata lingkungan dengan menciptakan tata kerja yang mampu mencegah dan memberantas korupsi,” harap Nasrullah, di Muaro Sijunjung, Selasa (12/9).

Seiring dengan penataan itu, hendaknya Pemkab juga berupaya menjauhkan lingkungan yang ditata dari hal yang terkait dengan sikap atau sistim yang mengarah pada perbuatan koruptif.

Sebab, sekuat apa pun niat dan kapabilitas moral seseorang, jika berada dalam lingkungan yang tidak mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang bebas dari korupsi, seseorang itu akan goyah.

Karena itu, lingkungan kerja dan interaksi sosial yang bersih perlu diciptakan dengan memulai dari diri sendiri, dari yang terkecil dan dari saat ini, kata Nasrullah.

Hal yang juga sangat penting dan menentukan agar upaya mencegah dan memberantas korupsi yang diharapkan bisa tercapai, seluruh pejabat dan pegawai Pemkab Sijunjung melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan iman dan aqidah yang kokoh.

Artinya merasa diawasi oleh Yang Maha Kuasa dalam setiap pekerjaan. Karena bagaimana pun, pengawasan Allah SWT lebih melekat dari pengawasan berbagai lembaga yang ada di atas dunia ini.

Pegawai dan pejabat adalah orang pintar. Tapi kalau kepintaran itu tidak diiringi dengan iman dan aqidah yang kokoh, hasil pekerjaannya buruk serta merugikan bangsa dan negara.

Lihat saja sekarang, karena disinyalir menyalahgunakan wewenang dan anggaran serta tidak mengerjakan proyek sesuai aturan dan ketentuan, banyak pejabat dan mantan penjabat  berurusan dengan aparat penegak hukum yang berakhir di kandang situmbin.

Selain tidak merasa diawasi Allah SWT, oknum pejabat itu juga tidak menanamkan dalam diri bahwa setiap tugas dan amanah yang diemban serta anggaran  yang dipergunakan akan dipertanggungjawabkan di Makamah Tuhan, sehingga terjadilah apa yang seharusnya tidak terjadi.

“Karena itu, disamping menata lingkungan dengan menciptakan tata kerja yang mampu mencegah dan memberantas korupsi, pejabat dan pegawai Pemkab Sijunjung hendaknya juga menanamkan dalam hati sanubari bahwa setiap gerak gerik kita diawasi oleh Allah SWT, supaya setelah jabatan berakhir kita tidak diperiksa aparat penegak hukum, tidak duduk di kursi pesakitan dan tidak menjalani masa pensiun di penjara,” harap Nasrullah. [email protected]

Leave a Reply