Portal Kabupaten Sijunjung

Dalam Ramadan Umat Islam Harus ‘Kawin’

Pdg. Sibusuk. MC. Sijunjung, – Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kabupaten Sijunjung, Wan Eka Putra, S. Pd.I, MM. Pd berceramah Ramadan di Masjid Jamik Nagari Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Kamis (16/5) malam.

Dalam ceramahnya Wan Eka Putra mengatakan bahwa dalam bulan Ramadan seluruh umat Islam harus ‘kawin’, baik yang sudah tua mau pun yang sedang bersuami dan beristri. Termasuk remaja dan anak-anak.

“Namun yang saya maksud kawin dalam ceramah ini, bukan kawin yang diawali dengan pernikahan. Tapi dalam bulan Ramadan seluruh umat Islam harus melakukan lima sikap dan perbuatan yang kelima sikap dan perbuatan itu kalimatnya diawali dengan huruf K, A, W, I dan N,” jelas Wan Eka Putra disambut dengan ucapan oohh oleh jemaah.

K, kurangi dosa dengan meningkatkan ibadah pada bulan Ramadhan. A, awali semua perbuatan dengan doa. W, waktu untuk mengumpulkan pahala. I, ingat hidup di atas dunia hanya sementara. N, niatkan semua perbuatan yang dilakukan karena Allah SWT.

Kurangi dosa dengan meningkatkan ibadah pada bulan Ramadan, karena Ramadhan adalah bulan pengampunan dan pembakar dosa. Kesempatan bagi kaum muslimin dan muslimat untuk tafakur menginsafi kelalaian, kekilafan, kekeliruan dan kesalahan.

“Untuk itu, mumpung ada waktu dan kesempatan, karena kita tidak ada yang luput dari dosa dan kesalahan, mari kita manfaat bulan Suci Ramadhan 1440 H ini sebaik dan sesempurna mungkin untuk mengurangi dosa dengan melakukan amal kebajikan. Karena tahun depan belum tentu kita bertemu dengan bulan keberuntungan ini,” imbaunya Wan Eka Putra.

Awali semua perbuatan dengan doa, baik sebelum dan sesudah makan, sebelum dan setelah tidur mau pun saat mau berangkat dan memulai kerja serta mau masuk kamar mandi. Karena disamping dijaga Allah SWT, doa yang dilakukan juga untuk mendekatkan diri kepada Allah, terlebih di bulan Ramadhan yang suci dan mulia.

Waktu untuk mengumpulkan pahala. Selain bulan keberuntungan, Ramadan juga sarat dengan kebaikan, karenanya juga disebut bulan penuh rahmat dan berkah. Karena itu, pergunakanlah kesempatan yang hanya datang sekali setahun ini untuk berbuat amal kebajikan sebanyak-banyaknya.

Ingat hidup di atas dunia hanya sementara. Dunia adalah desain kematian yang sempurna bagi manusia. Tempat rekayasa kematian yang sangat dramatis. Sebab semua ruang yang ada di dunia ini diciptakan Allah SWT sebagai tempat untuk mengakhiri kehidupan seseorang. Rumah yang dibangun, tempat mati penghunya. Rumah sakit, tempat berkumpulnya orang sakit dan orang meninggal.

Semua keinginan dunian pun desaian kematian. Mobil yang dibeli bisa menjadi alat rekayasa kematian sadis bagi pemiliknya dan orang lain, ketika terjadi kecelakaan dahsyat yang tak disangka-sangka datangnya.

Niatkan semua perbuatan yang dilakukan karena Allah SWT. Seperti ibadah puasa Ramadan yang dilaksanakan sekali dalam setahun, lakukan dengan ikhlas semata karena Allah SWT. Bukan karena faktor lain, seperti takut kepada suami atau isteri, malu kepada tetangga atau supaya disayangi mertua.

“Jika kita berpuasa karena faktor lain, yang akan diperoleh bukan pahala atau derajat taqwa sebagaimana dijanjikan Allah SWT, tapi hanya haus dan lapar. Untuk itu, mari kita tunaikan ibadah puasa dengan ikhlas karena Allah semata,” imbau Wan Eka Putra kepada jemaah Masjid Jamik. –nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.