Portal Kabupaten Sijunjung

DENGAN ADANYA MUSDA, TINGKATKAN KINERJA LKAAM DAN BUNDO KANDUANG

Melalui Musyawarah Daerah (Musda) Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Sijunjung ke XI dan Bundo Kanduang ke VIII, mantapkan upaya membangun LKAAM dan Bundo Kanduang yang peduli cucu kemanakan serta implikasi dari peran tungku tigo sajarangan dan tali tigo sapilin.

Musyawarah Daerah yang digelar di Gedung Pancasila Muaro, Rabu (28/2), dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Sijunjung, Ketua DPRD Kabupaten Sijunjung, KetuaLKAAM Sumatera Barat, Unsur Forkopimda Sijunjung, Ketua Bundo Kanduang Sumatera Barat, Ketua TP-PKK Kabupaten, Ketua GOW Kabupaten, Kepala OPD, Camat se-Kabupaten, Ketua LKAAM Kabupaten, Ketua Bundo Kanduang Kabupaten, Ketua LKAAM Kecamatan dan Ketua KAN se-Kabupaten.

Bupati Sijunjung Yuswir Arifin Dt. Indo Marajo mengatakan LKAAM merupakan wadah koordinasi bagi Kerapatan Adat Nagari. “LKAAM disamping wadah koordinasi bagi KAN, juga mempunyai fungsi untuk menyelesaikan nan kusuik dan mampajaniah nan karuah” ujarnya.

 

Dia juga memaparkan persoalan generasi muda sekarang yang minim pengetahuan tentang budaya. “perkembangan zaman telah menekan minat generasi muda untuk tahu dan mengerti tentang adat, apalagi sekarang sudah maraknya generasi muda sekarang yang memakai Narkoba, LGBT, dan lain-lain, ini perlu kita sikapi untuk mendidik anak cucu kemenakan kita terutama di Kabupaten Sijunjung” kata Bupati.

Diakhir penyampaiannya Bupati menghimbau kepada seluruh unsur LKAAM dan Bundo Kanduang untuk bersama membangun Sijunjung. “Laksanakan Musda ini dengan sebaiknya dengan utamakan azas kekeluargaan, jangan hanya terfokus pemilihan ketua saja, namun harus diiringi dengan perencanaan program kedepannya” tukas Bupati.

 

Sementara itu Ketua LKAAM Sumbar Sayuti Dt. Rajo Panghulu menyampaikan, LKAAM merupakan organisasi ninik mamak tertinggi di Sumatera Barat dan merupakan sebuah wadah dan organisasi bagi seluruh ninik mamak. “Kalau diibaratkan pohon, LKAAM Sumbar merupakan pucuk, LKAAM Kabupaten/Kota merupakan dahan, dan Kerapatan Adat Nagari merupakan urat yang akan laksanakan seluruh prosesi adat di tengah masyarakat” sampainya.

 

Sayuti Dt. Rajo Panghulu juga menyampaikan agar KAN memilih Ketua LKAAM itu cari lah yang terbaik dan jangan terpengaruh kata-kata orang”, pesannya dan Ia berharap LKAAM dan Bundo Kanduang bekerja secara seiring sejalan.

 

Sebelumnya ketua Pelaksana Musda Dailan Pohiri Podoh Batuah mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah menyempatkan waktu untuk menghadiri Musda LKAAM ke XI dan Musda Bundo Kanduang ke VII, dimana dalam acara ini akan dilaksanakan pemilihan ketua LKAAM dan Ketua Bundo Kanduang Kabupaten Sijunjung periode 2017-2022, dengan tujuan adanya perubahan kinerja pengurus LKAAM dan Bundo Kanduang yang lebih baik dengan memperkuat identitas dan fungsi Pemangku Adat dan Bundo Kanduang serta mengembangkan nilai budaya adat untuk mewujudkan sub-sistem Kebudayaan Nasional” sampainya.

 

“Dalam kegiatan ini kita mengangkat tema mantapkan upaya membangun LKAAM dan Bundo Kanduang yang peduli cucu kemanakan serta implikasi dari peran tungku tigo sajarangan dan tali tigo sapilin”, jelasnya. (Dicko/Noven-kominfo)@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.