• Subscribe

    Your Name (required)

    Your Email (required)

    Subject

    Your Message

(0754) 20064
[email protected]

EKSISTENSI NAGARI PERLU DIBERDAYAKAN

Nagari di Sumatra Barat sebagaimana tertuang dalam tambo adat alam Minangkabau, dilukiskan bagaikan sekeping Surga yang terhampar di muka bumi, dengan nilai-nilai kepemimpinan, demokrasi, kemakmuran berbasis pertanian rakyat, keteraturan pemukiman   yang asri, ketinggian nilai adat dan budaya serta keagungan agama yang dianut.

Sementara itu, posisi kaum perempuan sebagai Bundo Kanduang dan limpapeh rumah nan gadang, merupakan pengatur dan pendorong terwujudnya nilai-nilai tersebut, kata Bundo Kanduang Hj. Rukmini, di Muaro Sijunjung, Minggu (19/3).

Eksistensi nagari sebuah raksasa yang telah terlupakan, perlu diberdayakan kembali secara bijaksana. Dimulai dengan pembenahan manajemen pemerintahan nagari, pengembalian fungsi tali tigo sapilin, tungku tigo sajarangan, peningkatan kualitas manusia yang akan menjadi ninik mamak, cadiak pandai, alim ulama dan bundo kanduang.

Tidak kalah pentingnya, adalah pengembangan basis ekonomi rakyat, khususnya kaum perempuan, sesuai spesifik potensi dan keunggulan yang terdapat pada masing-masing nagari, ulas Rukmini.

Sebenarnya kaum perempuan mempunyai peran yang sangat strategis, karena sesuai data statistik, jumlah penduduk perempuan lebih banyak dari laki-laki. Untuk itu, peran kaum perempuan dalam pembangunan harus lebih ditingkatkan

Disamping itu, kaum perempuan mempunyai peran yang cukup besar dalam rumah tangga, sehingga bila kaum perempuan sudah maju dan mandiri, kesejahtraan masyarakat di nagari akan semakin membaik.

Tapi, meningkatkan peran kaum perempuan dalam pembangunan, harus seiring dengan peningkatan kualitasnya. Untuk itu, perlu disediakan sarana pendidikan yang mengarah kepada peningkatan kualitas perempuan itu.

Peningkatan kualitas ini hendaknya juga diikuti dengan peningkatan kegiatan yang memberikan pengertian tentang pentingnya kaum perempuan yang berkualitas bagi masyarakat.

Namun mewujudkan peningkatan ini memang berat, karena sebagian besar masyarakat masih menempatkan perempuan pada posisi yang kurang menguntungkan, baik secara sosial maupun secara ekonomi.

Tapi peberdayaan kaum perempuan perlu menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kesejahtraan keluarga. Karena perempuan dapat berperan sebagai pelaku utama usaha mikro yang menopang ekonomi, kata Rukmini. –[email protected]

Leave a Reply