Portal Kabupaten Sijunjung

Field Day Panen Padi di Bulu Kasok Capai 6,2 ton/ha

Lubuk Tarok, MC Sijunjung – Kelompok tani Famili Sejati mengadakan field day panen padi dan SLPHT di Nagari Bulu Kasok Kecamatan Lubuk Tarok, Senin(8/7/19).

Kegiatan tersebut tidak hanya panen padi, melainkan penutupan kegiatan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) yang sudah dilaksanakan selama 12 kali pertemuan.

Adapun SLPHT itu diikuti tiga kelompok tani , yakni Kelompok tani Famili Sejati, Kelompok tani Ingin Maju dan Kelompok tani Iwal Sipunduang dari Kecamatan Lubuk Tarok.

Pada kesempatan itu dalam paparannya, Ketua kelompok Tani Famili Sejati, Yenda Erita mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung melalui Dinas Pertanian yang sudah menyelenggarakan kegiatan SLPHT pada kelompok tani Famili Sejati.

Selanjutnya, rangkaian SLPHT tersebut dilaksanakan selama 12 pertemuan mulai dari pegolahan tanah dan pasca panen, katanya.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut dilakukan pembuatan pestisida nabati, ekologi tanah dan pembuatan kebun serangga.

Lebih lanjut, gerakan pengendalian didalam paket PHT berupa pemasangan tabyung bambu untuk pengendalian hama tikus dan lain sebagainya, ungkapnya.

Kemudian dikatakannya, luas sawah pada kelompok tani Famili Sejati adalah 10 ha, dan Alhamdulillah hasil panen mencapai 6,2 ton/ha.

“Kami berharap kepada Pemerintah Daerah adanya perhatian khusus kepada kelompok tani Famili Sejati dengan memberikan bantuan-bantuan untuk bekerja di bidang pertanian,” harapnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung, Ronaldi mengatakan tanaman padi merupakan salah satu tanaman pangan yang keberadaannya harus senantiasa terpenuhi, karena padi merupakan salah satu penghasil makanan pokok yaitu berupa beras bagi masyarakat khususnya di Ranah Lansek Manih.

“Oleh karena itu, Pemerintah Daerah menyelenggarakan Program untuk petani melalui Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) tanaman padi yang dilaksanakan di Nagari Bulu Kasok Kecamatan Lubuk Tarok dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keahlian petani atau kelompok tani dalam menganalisa data dan informasi agroekosisten dalam pengelolaan usaha tani,” ungkapnya.

Kemudian dikatakan Ronal, saat ini para petani jangan pernah untuk bermalas-malasan dalam bidang pertanian, karena petani sekarang sudah modern, petani sudah menggunakan alat untuk melakukan kegiatan dalam bidang pertanian.

“Apapun kekurangan alat maupun bibit,pada kelompok tani sudah bisa menerima dari Pemerintah Daerah dengan syarat mengajukan proposal dari kelompok tani, sehingga Pemda bisa menyalurkan atau meminjamkan alat untuk para petani”, terangnya.(Dicko/MC Sijunjung)@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.