Portal Kabupaten Sijunjung

HIDUP SEHAT DENGAN DENGAN POLA MAKAN GIZI SEIMBANG

Pembangunan nasional diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Dan kesehatan yang demikian yang menjadi dambaan setiap orang sepanjang hidupnya. Tetapi datangnya penyakit merupakan hal yang tidak bisa ditolak meskipun kadang-kadang bisa dicegah atau dihindari.

Pembangunan kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun manusia seutuhnya  antara lain diselenggarakan melalui upaya kesehatan. Status gizi merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada kualitas SDM, terutama yang terkait dengan kecerdasan, produktifitas dan kreatifitas. Oleh karena itu keseimbangan gizi dalam setiap orang harus selalu diperhatikan dengan serius.

Bila jumlah asupan zat gizinya sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh tubuh disebut seimbang (gizi baik), tetapi bila asupan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh rebih rendah maka disebut gizi kurang, sedangkan bila asupan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh sangat kurang disebut gizi buruk. Keadaan kurang zat gizi tingkat berat yang disebabkan rendahnya konsumsi energi dan protein dalam waktu cukup lama yang ditandai dengan berat badan menurut umur yang berbeda.

Namun hal yang dibutuhkan adalah kesadaran dari setiap orang,  terutama orang tua yang sangat berperan penting dalam pembiasaan pemenuhan gizi dari makanan yang dikonsumsi setiap harinya. Dengan begitu ketika setiap orang telah dibiasakan dengan menu makanan sehat dan bergizi sejak dini, ini akan mengurangi dampak penderita gizi buruk. Dan ini juga membutuhkan dukungan dari pemerintah dalam bidang kesehatan untuk membantu menyadarkan setiap orang mengenai gizi dengan cara melakukan penyuluhan maupun pemberitahuan langsung di rumah sakit dan di puskesmas.

Ada pandangan dari sebagaian masyarakat yang menyatakan gangguan gizi identik dengan status sosial, yang menganggap hanya orang yang tidak mampu secara ekonomi trentan terhadap gangguan gizi. Benarkah demikian?

Gangguan gizi berbeda dengan kelaparan. Orang yang menderita kelaparan biasanya karena tidak mendapat cukup makanan dan kelaparan yang diderita dalam jangka panjang dapat menuju ke arah gizi buruk. Walaupun demikian, orang yang banyak makan tanpa disadari juga bisa menderita gizi buruk apabila mereka tidak makan makanan yang mengandung nutrisi, vitamin dan mineral secara mencukupi. Jadi gizi buruk sebenarnya dapat dialami oleh siapa saja, tanpa mengenal struktur sosial dan faktor ekonomi.

Untuk itu menjaga kondisi gizi anak perlu diprioritaskan untuk pertumbuhan dan kecerdasannya, maka sudah seharusnya para orang tua memperhatikan hal-hal yang dapat menyediakan gizi seimbang pada anak, diantaranya:

1)          Memberikan ASI eksklusif (hanya ASI) sampai anak berumur 6 bulan. Setelah itu, anak mulai dikenalkan dengan makanan tambahan sebagai pendamping ASI yang sesuai dengan tingkatan umur, lalu disapih setelah berumur 2 tahun.

2)         Anak diberikan makanan yang bervariasi, seimbang antara kandungan protein, lemak, vitamin dan mineralnya. Perbandingan komposisinya: untuk lemak minimal 10% dari total kalori yang dibutuhkan, sementara protein 12% dan sisanya karbohidrat.

3)    Rajin menimbang dan mengukur tinggi anak dengan mengikuti program Posyandu. Cermati apakah pertumbuhan anak sesuai dengan standar di atas. Jika tidak sesuai, segera konsultasikan hal itu ke dokter.

4)         Jika anak dirawat di rumah sakit karena gizinya buruk, bisa ditanyakan kepada petugas pola dan jenis makanan yang harus diberikan setelah pulang dari rumah sakit.

5)         Jika anak telah menderita karena kekurangan gizi, maka segera berikan kalori yang tinggi dalam bentuk karbohidrat, lemak, dan gula. Sedangkan untuk proteinnya bisa diberikan setelah sumber-sumber kalori lainnya sudah terlihat mampu meningkatkan energi anak. Berikan pula suplemen mineral dan vitamin penting lainnya.

Dengan melakukan beberapa langkah di atas, diharapkan agar orang tua bisa menyediakan menu bergizi yang seimbang untuk anak. Tidak harus dengan makanan yang mewah, karena semua makanan yang tersedia memiliki nilai gizi tersendiri sehingga anak pada semua tingkat sosial memiliki kesempatan yang sama untuk sehat dan meraih masa depannya,-[email protected]

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.