Portal Kabupaten Sijunjung

Jadikan Israk Mikraj Untuk Mengevaluasi Diri

Sijunjung, MC Sijunjung, – Rabu (3/4) kemaren, bertepatan dengan Israk Mikraj Nabi Muhammad SAW 1440 H. Sebagaimana biasa dan seperti tahun lalu, hari bersejarah itu diperingati oleh umat Islam dengan berbagai kegiatan. Kebanyakan lomba bernafas Islam, pengajian, ceramah agama dan tabligh akbar.

Namun menurut buya H. Rasyidin, Israk Mikraj Nabi Muhammad SAW jangan hanya sekedar diperingati, tapi dijadikan momentum untuk mengimplementasikan nilai-nilai ibadah shalat dalam kehidupan serta dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diemban.

Israk Mikraj adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dalam waktu satu malam. Kejadian ini merupakan peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam, kata Rasyidin kepada  MC. Sijunjung, Kamis (4/4), di Muaro Sijunjung.

Sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran, Israk Mikraj terbagi dalam dua peristiwa yang berbeda. Dalam Israk, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam ‘diberangkatkan’ oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mikraj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di Sidratul Muntaha ini Nabi mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan shalat lima waktu.

Bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang sangat berharga, karena ketika inilah shalat lima waktu diwajibkan dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha.

Karena itu, Israk Mikraj Nabi Muhammad SAW yang diperingati setiap tahun, hendaknya jangan hanya sekedar diperingati, tapi dijadikan momentum untuk mengimplementasikan nilai-nilai ibadah shalat dalam kehidupan serta dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diemban, harap Rasyidin.

Disamping mengimplementasikan nilai-nilai ibadah shalat, peringatan Israk Mikraj yang dilaksanakan setiap tahun, hendaknya juga dijadikan momentum untuk memperkuat iman dan memperkokoh aqidah, supaya umat mampu melaksanakan syariat Islam dalam penghidupan sehari-hari sesuai ajaran dan petunjuk Nabi Muhammad serta perintah Allah SWT.

Nabi Besar Muhammad SAW adalah Nabi terakhir yang sikap dan perbuatan serta kepemimpinan-Nya patut disuri tauladani, terutama bagi umat Islam yang berpedoman kepada Al Quran dan Hadist.

“Justru itu, peringatan Israk Mikraj yang dilakukan setiap tahun, hendaknya jangan hanya sekedar diperingati, tapi jadikanlah momentum ini untuk memperkuat iman dan memperkokoh aqidah, supaya kita mampu melaksanakan syariat Islam dalam penghidupan sehari-hari sesuai ajaran dan petunjuk Nabi Muhammad serta perintah Allah SWT,” tambah Rasyidin.

Selain memperkuat iman dan memperkokoh aqidah, peringatan Israk Mikraj yang dilaksanakan, wujudnya juga untuk meningkatkan kebersamaan dan keharmonisan masyarakat dalam mengarungi hidup dan kehidupan yang semakin hari semakin getir dan keras, karena persatuan dan kesatuan yang terjalin erat, sangat dibutuhkan dalam memajukan pembangunan yang bermuara kepada peningkatan ekonomi dan kesejahtraan rakyat.

Yang tidak kalah pentingnya, peringatan Israk Mikraj hendaknya juga dijadikan untuk mengevaluasi diri, apakah dalam melakukan kewajiban selaku umat Islam ada peningkatan dari tahun ke tahun atau tidak.

“Jika tidak, berarti kita termasuk orang yang merugi. Untuk itu, mumpung masih ada waktu dan kesempatan, mari kita ambil dan petik hikmah yang terkandung dalam Israk Mikraj Nabi Muhammad SAW yang kita peringati, supaya ke depan kita bisa meningkatkan kebajikan  terhadap Allah SWT,” imbau Rasyidin kepada kaum muslimin dan muslimat. –nas@sijunjung.go.id

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.