Portal Kabupaten Sijunjung

Jadikan Ramadan Untuk Perubahan ke Arah Yang Lebih Baik

Pdg. Sibusuk. MC. Sijunjung, – Buya Drs. H.  N. Angku Mudo berceramah Ramadan di Masjid Jamik Nagari Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Sabtu (18/5) malam.

Dalam uraiannya, N. Angku Mudo mengajak jemaah masjid bersyukur kehadirat Allah SWT, karena masih diberi kesempatan melaksanakan ibadah di Bulan Ramadan 1440 H yang suci dan mulia ini.

“Kita pantas dan harus bersyukur kehadirat Allah SWT, karena masih diberi kesempatan melaksanakan ibadah di Bulan Ramadan 1440 H yang suci dan mulia ini. Banyak kaum muslimin yang tidak mendapat kesempatan, karena sebelum Ramadan 1440 datang sudah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Justru itu, kita yang masih diberi kesempatan, harus mensyukurinya,” kata N. Angku Mudo.

“Sebagai wujud dari rasa syukur kehadirat Allah SWT, laksanakan ibadah puasa sebaik dan sesempurna mungkin, karena tahun depan belum tentu kita akan bertemu dengan bulan keberuntungan ini,” ulasnya.

Selain bulan keberuntungan, Ramadan juga sarat dengan kebaikan, karenanya juga disebut bulan penuh rahmat dan berkah. Karena itu, pergunakanlah kesempatan yang hanya datang sekali setahun ini.  Baik untuk mohon ampun kepada Allah SWT atas dosa dan kesalahan yang diperbuat,  maupun untuk berbuat amal kebajikan sebanyak-banyaknya.

Disamping menunaikan ibadah puasa di siang hari serta mendirikan Shalat Tarwih dan Witir berjemaah pada malam hari, N. Angku Mudo juga mengimbau jemaah Masjid Jamik supaya mengerjakan ibadah sunat seperti  bersitadarus mengumandangkan ayat suci Al Quran serta mendirikan Shalat Tahjud di tengah malam dan Shalat Duha pada pagi hari.

Sebagaimana diketahui, selain penuh rahmat dan berkah, Ramadan juga bulan pengampunan dan pembakar dosa. Kesempatan bagi kaum muslimin dan muslimat untuk tafakur  menginsafi kelalaian, kekilafan, kekeliruan dan kesalahan.

Karena  itu, selagi Allah SWT memberi kesempatan, pergunakalah dengan sebaik-baiknya, supaya ke depan kehidupan bisa dihadapi dengan kebersihan hati, jiwa dan pikiran. Mulailah hidup baru setelah Ramadhan, petik hikmah yang terkandung dalam bulan yang agung dan mulia ini  untuk mengintrofeksi diri, lakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

“Jangan begitu Ramadan berlalu kita kembali berbuat dosa dan kesalahan. Jangan seperti kerbau, meski diri sudah bersih, bila bertemu dengan kubangan langsung mencebur dan berlunau kembali. Tapi jadilah seperti seekor belut, kendati hidup di lumpur dan di lunau, namun dirinya tetap bersih,” pesan buya N. Angku Mudo. –nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.