Portal Kabupaten Sijunjung

Kegiatan Padat Karya Infrastruktur Dilaksanakan di 43 Jorong di Kabupaten Sijunjung

Muaro, MC Sijunjung  – Melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), Pemkab Sijunjung, Sumatera Barat melaksanakan kegiatan Padat Karya (PK) di 43 Jorong dalam 27 Nagari di 8 Kecamatan di daerah tersebut.

Hal itu sesuai dengan surat keputusan Bupati Sijunjung bernomor: 188.45/31/KPTS-BPT-2019, tentang penetapan lokasi pelaksanaan kegiatan Padat Karya Infrastruktur Kabupaten Sijunjung 2019.

“Kegiatan tersebut sedang berjalan dengan sistem padat karya. Ini semua untuk mendorong terciptanya kesempatan kerja melalui dan kemudahan akses ekonomi di daerah untuk menanggulangi pengangguran, maka perlu dilakukan intervensi perluasan kesempatan kerja melalui padat karya ini dan itu sesuai dengan surat keputusan bupati,” jelas Kepala Dinas Nakertrans Sijunjung, Adlis,MT pada awak media, Senin (29/4/2019) di ruang kerjanya.

“ Seperti di Kecamatan Sumpur kudus terdapat enam jorong dan lima nagari. Sedangkan di Koto VII kegiatan Padat Karya dilaksanakan juga di enam nagari. Untuk Kecamatan Kupitan ada dua nagari yang melaksanakan kegiatan Padat Karya,” tambahnya.

Tak hanya itu, kegiatan Padat Karya Infrastruktur juga dilaksanakan di tujuh jorong dalam Kecamatan IV Nagari. “Kalau untuk Kecamatan Sijunjung kegiatan Padat Karya ini dilaksanakan di empat jorong dan di empat nagari,” terang mantan Kepala BAPPPEDA dan mantan Asisten III Pemkab Sijunjung itu.

Bukan itu saja, di Kecamatan Lubuk Tarok kegiatan Padat Karya Infrastruktur juga dilaksanakan di tiga jorong dalam tiga nagari. Sedangkan di Kecamatan Tanjung Gadang kegiatan Padat Karya Infrastruktur tersebut dilaksanakan di tujuh jorong di tiga nagari.

“Kalau di Kecamatan Kamang Baru kegiatan Padat Karya ini dilaksanakan di delapan jorong dari empat nagari. Diaharapkan hasil dari kegiatan ini bisa melebihi bobot dari anggaran yang ada karena kegiatannya kan sistem Padat Karya. Partisipasi masyarakat tentu sangat diharapkan,” ucap Adlis berharap kegiatan Padat Karya Infrastruktur itu membawa hasil yang positif.

“Ini dalam mendorong percepatan pembangunan pada kantong-kantong pertanian di masing objek Padat Karya sehingga mempermudah masyarakat untuk membawa hasil pertanian mereka ke pusat pusat perdagangan baik di ibu kecamatan maupun di ibu kabupaten,” terangnya.

“Disamping itu akan dapat menekan biaya transportasi yang selama ini dirasakan oleh masyarakat masih merupakan beban biaya yang tinggi sehingga tentu mempengaruhi terhadap nilai jual hasil pertanian mereka,” tambah Adlis.(Dinda/ sap)@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.