• Subscribe

    Your Name (required)

    Your Email (required)

    Subject

    Your Message

(0754) 20064
[email protected]

KHATIB BERKHUTBAH JEMAAH JUMAT TIDUR LELAP

Ulama mengatakan, di mana-mana ada Allah. Bukan berati Allah itu banyak. Tapi Allah mengetahui setiap yang terjadi di langit dan di bumi. Allah melihat setiap perbuatan yang dilakukan manusia.

Perbuatan baik dan  buruk tidak luput dari perhatian Allah, sehingga pelakunya akan mendapat ganjaran setimpal pada hari pembalasan natinya.  Artinya perbuatan baik dibalas baik, perbuatan buruk dibalas buruk

Sekecil apa pun perbuatan itu, Allah mengetahui. Bahkan apa yang dilakukan semut hitam dalam batu hitam di malam kelam, Allah melihat dan mengetahuinya. Begitulah kekuasaan Allah.

Sebaliknya, syetan juga ada di mana-mana. Syetan ada di jalan, di atas mobil, di warung, di sekolah, restoran, rumah makan, kantor dan di rumah sendiri. Bahkan di tempat beribadah, seperti surau, langgar, mushalla dan di masjid, syetan tidak hanya sekedar ada, tapi bergentayangan.

Bukti syetan ada di masjid, begitu khatib naik mimbar untuk menyampaikan nasehatnya dalam Shalat Jumat pada sebuah masjid di Muaro Sijunjung, Jumat (21/4), sejumlah jemaah langsung tertidur serta kehilangan kesadaran pada tempat dududuknya di saf.

Dalam kondisi seperti itu, dapat dipastikan jemaah nan talalok  itu tidak mendengar apa yang disampaikan khatib dalam khutbahnya. Apa lagi menyimak, mencerna, menghayati dan mengamalkannya dalam penghidupan sehar-hari.

Penulis yakin jemaah Jumat yang tertidur itu tidak mendengar nasehat mimbar yang disampaikan khatib, karena seorang jemaah yang duduk di sebelah kanan penulis, benar-benar terlelap.

Bukti tertidur lelap, dia bukan saja tidak melihat dan mendengar serta tidak mengetahui adanya kotak tempat menyalurkan infak dan sedekah yang penulis dorong di hadapannya. Tapi juga tidak mendengar khatib membaca doa dan muazin melapaskan qamad.

Bahkan setelah semua jemaah berdiri untuk menunaikan Shalat Jumat, jemaah itu masih tertidur lelap, sehingga seorang jemaah yang semula diduk di saf bagian belakang dan maju ke depan untuk memenuhi saf, membangunkan  jemaah yang tertidur lelap itu dengan memukul punggungnya tiga kali.

Begitulah sekelumit kejadian yang membuktikan bahwa di masjid ada syetan. Kalau seandainya syetan tidak ada, tidak mungkin jemaah Shalat Jumat itu tertidur lelap saat khatib menyampaikan nasehat mimbar. Karena sesuai namanya, yang disampaikan khatib adalah nasehat untuk kebaikan jemaah dalam mengarungi hidup dan kehidupan di dunia dan di akhirat.

 Dan syetan sangat membeci hal itu, sehingga dia berupaya dan berusaha merayu dan menggoda jemaah Jumat. “Tidurlah kau, tidurlah kau manusia. Tidak perlu kau dengarkan apa yang disampaikan khatib itu.  Lebih baik kau bersenang-senang dengan tidur sambil duduk,” rayu syetan.

Jemaah yang lemah iman, memang tergoda oleh rayuan syetan itu, sehingga dia tertidur lelap saat khatib berkhutbah. Bahkan karena tertidur lelap, dia bukan saja tidak melihat dan mendengar serta tidak mengetahui adanya kotak tempat menyalurkan infak dan sedekah yang lewat di hadapannya. Tapi juga tidak mendengar khatib membaca doa dan muazin melapaskan qamad.

 Sebagaimana janjinya kepada Allah SWT akan memperdaya manusia sebanyak-banyaknya, syetan berhasil dalam menjalankan misi serta upaya dan usahanya. Sementara jemaah Jumat yang tertidur karena lemah iman, merugi dalam hidup dan kehidupannya. [email protected]

Leave a Reply

error: Mouse Klik kanan anda rusak !!