Portal Kabupaten Sijunjung

KOMPETENSI GURU PEMBIMBING KHUSUS DI SIJUNJUNG DITINGKATKAN

Untuk lebih meningkatkan kompetensi, 50 guru pembimbing khusus (GPK) sekolah jenjang Paud, SD dan SMP di Kabupaten Sijunjung mengikuti Workshop GPK program Inklusif di Aula Wisma Keluarga, Kamis (8/11).

Guru tersebut terdiri dari 3 orang dari Lembaga Paud, 32 orang Guru SD dan 15 orang guru SMP.

Dalam kegiatan ini, para guru pembimbing khusus bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) mendapatkan materi tentang bagaimana menangani anak berkebutuhan khusus, dari narasumber Kepala Sekolah Luar Biasa Kota Payakumbuh, Dewi Marsa.

Kegiatan ini dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ramler SH, MM didampingi Kepala Bidang Paud Syamsul Bahri, SH.MM, Kasi Pendidikan Karakter, Imroni, SH.

Dalam arahannya, mengatakan atas nama Daerah Kabupaten Sijunjung menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada narasumber, peserta dan panitia yang telah membantu, memfasilitasi dan hadir pada kegiatan ini.
” Diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan secara optimal, dan sekaligus berdampak besar terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Sijunjung”, ujarnya.

” Sesuai dengan Permendiknas No.70 Tahun 2009, bahwa pada dasarnya semua anak berhak seluas-luasnya untuk mendapatkan Pendidikan, tanpa ada diskriminasi, baik ia memiliki kelainan fisik, emosional, mentat, dan sosial, atau memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa, disamping itu kita diharuskan dan bersikap untuk saling menghargai keanekaragaman bagi semua peserta didik”, jelasnya.

” Disamping itu, sebagai orang yang beragama kita tentu sangat menyadari bahwa setiap orang terlahir ke dunia merupakan karunia Allah dan Allah tidak pernah menciptakan segala sesuatu itu dengan tanpa tujuan, dan semua ada hikmahnya”, tambahnya.

” Lahirnya program pendidikan inklusif , menurut saya merupakan sebuah jalan menuju surga, sebab dengan program inklusif tidak ada lagi diskriminatif terhadap anak, sebab sekolah inklusif adalah sekolah yang menampung semua murid di kelas yang sama, menyediakan program pendidikan yang layak, menantang, yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap murid maupun bantuan dan dukungan yang dapat di berikan oleh para guru, agar anak-anak berhasil sesuai dengan potensi yang ia miliki”, terangnya lagi.

Untuk itu, ia menghimbau semua peserta worshop agar setelah kegiatan ini berakhir, lebih optimal memberikan pengertian kepada teman-teman kalangan guru, masyarakat dan semua pemegang kebijakan lainnya, sehingga pada waktunya tidak ada lagi diskriminasi terhadap anak dengan semboyan ” Sekolah Ramah Anak Tanpa Diskriminasi”.

“Untuk itu kepada kita semua agar mendapat bimbingan dan pemahaman baru sehingga memberi spirit bagi kita semua dalam penanganan anak-anak masa depan bangsa, kepada peserta ikutilah kegiatan ini dengan baik dan disiplin sehingga memberikan dampak positif terhadap penyelenggaraan Pendidikan di daerah kita”, tutupnya.(Noven/Dicko-Kominfo)@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.