Portal Kabupaten Sijunjung

Manfaatkan Ramadan Untuk Berdoa

Sijunjung. MC. Sijunjung, – Memanfaatkan Ramadan 1440 Hijriyah, buya H. Rasyiddin mengajak serta mengimbau kaum muslimin dan muslimat untuk banyak berdzikir dan berdoa.

Karena dzikir dan doa yang dilakukan, bukan saja mengandung harapan agar Kabupaten Sijunjung dan Sumbar khususnya serta Indonesia umumnya terhindar dari bencana, tapi lebih dari itu adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, terlebih di bulan Ramadan yang suci dan mulia.

Karena itu, kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat, buya berharap dan berpesan supaya senantiasa berdzikir dan berdoa dalam setiap kesempatan, baik itu setelah menunaikan shalat di masjid, musalla dan di rumah maupun ketika dalam perjalanan serta saat berada di kantor.

“Selaku insan lemah yang tidak berdaya, kita hanya bisa menerima setiap ujian dan cobaan yang ditimpakan Allah SWT dengan sabar dan tawakal serta berserah diri kepada-Nya. Lebih dari itu, karena segala sesuatunya Allah SWT yang mengatur, jalan terbaik adalah kembali kepada-Nya dengan banyak berdzikir dan berdoa. Bedoalah agar masyarakat, bangsa, negara dan daerah kita selalu dalam suasana aman, nyaman, tentram dan damai,” kata Rasyiddin, Kamis (16/5), di Muaro Sijunjung.

Disamping kembali kepada Yang Maha Kuasa, kaum muslimin dan muslimat juga diimbau untuk merenung dan mengintrofeksi diri, supaya dalam menapak masa depan yang penuh godaan dan rayuan selalu berjalan serta bepegang teguh di tali Allah.

Berpedoman kepada bencana yang ditimpakan Allah SWT pada zaman nabi, boleh jadi penyebabnya lantaran umat sudah lupa diri dan lupa kepada-Nya, sehingga perbuatan manusia banyak yang dimurkai Allah SWT.

Seperti banjir besar pada zaman Nabi Nuh, ketika itu umat Nabi Nuh sedang kacaubalau, isteri tidak takut kepada suami, anak tidak patuh terhadap orangtua dan umat itu sendiri tidak percaya kepada imam.

Begitu juga gempa dahsyat yang terjadi pada zaman Nabi Suib, waktu itu para saudagar mempermainkan timbangan, sehingga tidak lagi seukuran. Artinya menimbang tidak sama berat dan mengukur tidak sama panjang.

“Untuk itu, mumpung sekarang kita berada di bulan Ramadan yang penuh berkah dan rahmat serta bulan pengampunan dan pembakar dosa, mari kita sujud dan tafakur serta menundukan kepala sambil berdzikir dan berdoa,” imbau buya kepada kaum muslimin dan muslimat. –nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.