• Subscribe

    Your Name (required)

    Your Email (required)

    Subject

    Your Message

(0754) 20064
[email protected]

NAPI DILATIH MENGAJI HINGGA KHATAM AL-QURAN.

Narapidana lembaga permasyarakatan kelas II B Muaro Sijunjung menggelar kegiatan nusantara mengaji dalam rangka hari bhakti pemasyarakatan yang ke 53. Acara yang diselenggarakan secara langsung oleh Kementrian Hukum dan Ham tersebut secara serentak diikuti dan disaksikan oleh seluruh lembaga pemasayarakatan di seluruh Indonesia dengan menggunakan aplikasi khusus yang terhubung ke jaringan internet dan ditayangkan secara langsung (live). Acara diawali dengan pembacaan dan sekaligus khatam Al-Quran oleh napi yang telah dibina di dalam LP tersebut, dengan tujuan untuk memupuk dan menumbuhkan nilai-nilai keagamaan.

Dalam kegiatan tersebut diikuti lebih kurang 150 orang narapidana, petugas LP, santri ponpes Nurul Ikhlas dan jemaah tabligh. Meskipun dilaksanakan di dalam LP, acara berlangsung dengan khidmat dan lancar. Kegiatan nuasantara mengaji merupakan rangkaian dari acara peringatan hari bhakti, yang mana sebelumnya warga LP bersama petugas Lapas melakukan bakti sosial dalam bentuk gotong royong di makam syekh Abdul Wahab yang terletak di pasar Jumat, Nagari Muaro.

Menteri Hukum dan Ham, Yasonna H. Laoly mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan untuk mampu meningkatkan nilai keagamaan para penghuni LP, sehingga LP menjadi tempat perubahan bagi individu yang terjerumus kedalam kehidupan yang kurang baik. “Saya yakin, dengan selalu memupuk dengan memberikan siraman rohani, akan mampu menjadikan individu yang lebih baik lagi untuk kedepannya. Karena LP adalah tempat pembinaan, bukan membinasakan,” tuturnya saat memberikan sambutan yang ditayangkan secara langsung.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Muaro, Martin mengatakan. “Dalam menyambut hari bhakti pemasyarakatan ini kita melakukan berbagai kegiatan, yang mana kegiatan bertujuan untuk membina warga yang ada didalam LP ini. Kita tidak memaksa mereka, bagi yang mau untuk belajar silahkan, dan kita fasilitasi, banyak dari mereka yang sudah membiasakan membaca Al-Quran, bahkan ada yang khatam didalam LP,” tuturnya saat mengikuti acara bersama Napi didalam LP, Kamis (20/4).

Ditambahkannya, selain melakukan pembinaan secara rohani, pihaknya juga melakukan pembinaan untuk menambah kreatifitas bagi napi berupa keterampilan yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan berwirausaha nantinya. “Kita menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah untuk melakukan pemberdayaan tersebut, salah satunya dengan cara mengadakan pelatihan kerajinan dan keterampilan bagi napi, dengan tujuan saat mereka keluar nanti, mereka sudah memiliki kemampuan dan modal untuk menjalani hidup dengan baik, dan tidak terjerumus kembali pada pengaruh yang buruk,” tambahnya.(e)@sijunjung.go.id

Leave a Reply