• Subscribe

    Your Name (required)

    Your Email (required)

    Subject

    Your Message

(0754) 20064
[email protected]

NARKOBA MENJANJIKAN KEHANCURAN, JANGAN DEKATI !

Dewasa ini para orangtua berada dalam kecemasan. Mereka sangat takut putra putrinya terperangkap dan terjebak penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya (narkoba).

Kecemasan itu sangat beralasan. Karena sekarang penyalahgunaan narkoba tidak saja terjadi di perkotaan, tapi sudah menjalar sampai ke pelosok nagari dan sekolah. Bahkan maraknya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, sudah merupakan salah satu masalah besar yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia dewasa ini.

Malah, berdasarkan evaluasi Badan Narkotika Nasional (BNK), pengguna narkoba bukan saja generasi muda, pelajar dan mahasiswa, tapi juga kalangan profesi lain. Ironisnya, hasil pendataan, pemakai narkoba meningkat dari tahun ke tahun.

Pada hal, untuk mengatasi supaya korban penyalahgunaan narkoba tidak semakin berjatuhan, aparat kepolisian bersama aparat yang lain telah melakukan berbagai upaya pencegahan. Seperti menangkap para pelaku serta melaksanakan penyuluhan terhadap generasi muda dan siswa.

Seiring dengan itu, segenap lapisan masyarakat juga diimbau untuk bekerjasama dengan aparat dalam melakukan pencegahan dan pengawasan, terutama terhadap putra putrinya sendiri.

Upaya yang dilakukan secara bersama ini, jelas mengandung satu muatan, yaitu agar generasi muda dan siswa yang dipersiapkan untuk menerima tongkat estafet pembangunan bangsa dan negara, terhindar dari penyalahgunaan narkoba yang hanya menjanjikan kehancuran. Karena mencegah jelas lebih baik dari pada menanggulanginya. Apa lagi bila sudah ketagihan dan kecanduan, sungguh sangat sulit melepaskan diri dari jeratan belenggu yang semakin hari semakin kokoh dan kuat.

Namun upaya yang dilakukan aparat bersama masyarakat, tidak akan membuahkan hasil maksimal tanpa adanya kesadaran dari generasi muda dan siswa itu sendiri, karena kuncinya terletak di tangan mereka. Mau berkarir dan berkarya atau mau hancur dan tergusur, merekalah yang menentukan.

Sehubungan dengan akan dimulainya  tahun ajaran 2017/2018, tentunya cukup banyak siswa yang berada di lingkungan baru, baik siswa SLTP yang melanjutkan pendidikan ke SLTA, maupun tamatan SLTA yang memasuki perguruan tinggi.

Sebelum terjebak, lewat  tulisan ini ada sedikit pesan untuk generasi muda dan siswa dalam upaya menjauhi narkoba, dengan harapan hidup dan kehidupannya tidak diluluhlantakan oleh telur syetan yang berbungkus madu itu.

Perlu diingat! Selaku generasi muda atau siswa yang hidup dalam satu kelompok, cepat atau lambat mungkin teman sebayamu akan menawarkan narkoba. Baik dalam bentuk rokok, alkohol atau ganja maupun dalam bentuk obat-obatan psikkotropika yang kamu tidak pernah dengar sebelumnya. Supaya tidak terjebak, bertindaklah dengan arif dan bijaksana dengan mengatakan “tidak dan terima kasih.”

Ingat! Untuk menjadi teman yang baik, tidak berarti harus mengikuti apa yang dilakukan oleh teman-temanmu. Karena teman sejati adalah yang menginginkan kamu menjadi dirimu sendiri, kuat dan percaya diri.

Dalam pergaulan sehari-hari, juga tidak tertutup kemungkinan suatu saat kamu akan menerima tekanan atau rayuan dari teman sebaya yang mendongengkan bahwa menyalahgunakan narkoba adalah satu obat atau usaha untuk menyelesaikan persoalan.

Awas! Jangan kamu tergoda! Karena itu hanyalah bisikan syetan yang menuntun jiwa dan raga kamu ke gerbang kehancuran. Lebih baik katakana saja tidak.

Kamu harus ingat, menyalahgunakan narkoba tidak pernah memecahkan masalah. Malah menimbulkan masalah baru, seperti disingkirkan dari kelompok keluarga, bahkan juga resiko dikeluarkan dari sekolah.

Tidak hanya itu, anda juga akan  meratapi nasib dan menyesali diri sambil menghitung jeruji besi penjara. Yang lebih parah lagi, hidup dalam ketidak pastian dan mati dalam ketidak wajaran. Nauzubillah Minzalik.

Lebih buruk dari itu, selain di dunia hidup sensara dan merana,  di akhirat dihempaskan ke neraka yang apinya menyala.

Untuk itu, jauhkanlah diri sebelum terjebak dan terperangkap. Jika ada keinginan untuk coba-coba, segeralah mematikan keinginan itu. Sebab coba-coba adalah awal dari ketagihan dan kecanduan. Bila ketagihan dan kecanduan narkoba sudah menggerogoti kehudupan, maka tunggulah saat kehancuran. Karena awal dari ketagihan dan kecanduan bermuara kepada kehancuran.

Hindari kesempatan berkumpul dengan teman yang menyalahgunakan narkoba atau obat psikotropika lainnya. Jika kamu mengetahui tempat yang sering dipergunakan untuk menyalahgunakan narkoba, jauhilah!

Pesan lain. Jika mendengar bahwa teman-temanmu akan menyalahgunakan narkoba pada satu pesta atau acara lainnya, lebih baik jangan datang sekali pun kamu diundang untuk menghadirinya. Sebab ketidak hadiran itu  sudah merupakan satu keberuntungan yang sangat besar nilai dan mahal harganya.

Penolakan halus yang dilakukan dengan mengatakan “tidak dan terima kasih” atau ketidakhadiran dalam satu pesta narkoba, bukan saja anda telah menjauhkan  diri dari lembah kehancuran dan kenistaan, tapi cara itu bisa membuat teman yang sudah kecanduan untuk berpikir dua kali.

Namun akan lebih berarti dan berguna bila kamu mau berbuat lebih jauh. Misalnya dengan cara menasehati, bahwa menyalahgunakan narkoba satu perbuatan yang hanya akan merugikan diri sendiri serta memporakporandakan masa depan.

Jika nasehat itu tidak mampan, laporkanlah kekeliruan temanmu itu kepada majelis guru atau aparat penegak hukum.

Jangan kamu berpikir bahwa tindakan itu telah menjerumuskan teman sendiri. Tapi sadarilah bahwa sikap dan perbuatan yang kamu lakukan sudah merupakan suatu upaya agar temanmu terlepas dari bahaya narkoba yang hanya menjanjikan kehancurun dalam hidupnya.

Ingat! Kendati yang diselamatkan teman sendiri, namun pada hakikatnya kamu telah memberikan sumbangsi yang sangat berarti bagi bangsa dan negara. Karena generasi muda yang ada sekarang adalah tumpuan serta harapan bangsa dan negara dalam melanjutkan pembangunan di masa mendatang.

Andai kata pesan ini bisa anda lakukan dalam penghidupan sehari-hari, baik anda  selaku generasi muda maupun sebagai  siswa, dapat dipastikan ke depan korban penyalahgunaan narkoba tidak akan semakin berjatuhan. Terutama anda sendiri, tidak akan pernah terjebak dan terperangkap oleh benda haram itu. Namun semuanya terpulang kepada anda, karena kuncinya ada di tangan kamu-kamu. –[email protected]

Leave a Reply