Portal Kabupaten Sijunjung

PEMKAB SIJUNJUNG ADAKAN WIRID PENGAJIAN

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sijunjung melaksanakan wirid pengajian bulanan, di Masjid Agung Istiqlal, Jumat (21/12).

Wirid yang diisi dengan ceramah agama oleh buya H. Mas’oed Abidin dari Padang, dihadiri Bupati H. Yuswir Arifin Datuak Indo Marajo serta pejabat dan pegawai yang berkantor di Muaro Sijunjung.

Dalam ceramahnya yang cukup panjang, buya Mas’oed Abidin menguraikan delapan etika agama dalam bekerja mengabdi, yaitu memelihara tanggungjawab terhadap Allah Yang Maha Pencipta, tanggungjawab terhadap diri, tanggungjawab terhadap ilmu, tanggungjawab terhadap profesi, tanggungjawab terhadap masyarakat, tanggungjawab terhadap rekan, tanggungjawab terhadap rumah tangga serta tanggungjawab terhadap bangsa dan negara.

“Apa bila tanggungjawab terhadap Allah Yang Maha Pencipta sudah kita lakukan dan laksanakan dalam mengharungi hidup dan kehidupan, dengan sendirinya tanggungjawab yang tujuh lagi juga akan terlaksana,” kata buya.

Dalam melaksanakan  tanggungjawab terhadap Allah Yang Maha Pencipta, poinnya hanya dua, yaitu mensyukuri nikmat yang diterima dan sabar menghadapi ujian dari Allah SWT.

Tentang nikmat yang telah diturunkan Allah terhadap umat-Nya, baik itu nikmat umur, rezi dan nikmat kesehatan maupun nikmat iman dan Islam, dikumpulkan seluruh daun yang ada di atas dunia untuk dijadikan tempat menulis, dihimpun semua kayu yang ada sebagai pena dan disatukan setiap air yang mengalir untuk dijadikan tinta, semuanya tidak akan mencukupi untuk mencatat, karena begitu banyaknya.

“Namun kadang kala kita lupa mensyukuri nikmat yang kita terima serta kita manfaatkan pada setiap hela nafas dan detak jantung. Kita lupa diri dan lupa kepada Yang Maha Kuasa. Pada hal dalam Al Quran Allah SWT mengatakan, Waiz taazzana rabbukum lain syakartum laazidannakum walain kafartum inna ‘azabi lasyadid. Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.

Justru itu, mumpung masih ada waktu dan kesempatan, mari kita syukuri setiap nikmat yang diterima. Pergunakan mata untuk melihat yang baik, mamfaatkan telinga untuk mendengar pengajian dan ceramah agama serta dermakan sebagian harta kepada fakir miskin, yatim piatu, orang terlantar dan tempat beribadah. Karena harta yang dibelanjakan di jalan Allah itulah yang akan menolong kita di alam akhirat yang kekal dan abadi.

Sabar menghadapi ujian dari Allah SWT, sabar menghadapi dan menerima segala yang ditimpakan Allah SWT dan  berupayalah menangkap kebaikan dibalik suatu kejadian. Jangan dianggap sebagai keburukan atau musibah. Karena Allah SWT mengetahui apa yang tidak kita ketahui,” kata buya.

Dalam ceramahnya, buya Mas’oed Abidin mengajak dan mengimbau pejabat dan pegawai Pemkab Sijunjung khususnya dan umat Islam pada umumnya untuk melakukan muhasabah diri di penghujung tahun 2018 ini

“Karena beberapa hari lagi tahun 2018 akan berganti dengan 2019, mari kita muhasabah diri dengan menghitung-hitung amal kebajikan yang diperbuat. Kalau dalam tahun 2018 kita beribadah seadanya, dengan kata lain hanyo sakadar pambaiah utang atau sekedar untuk dilihat orang, pada tahun 2019 lakukan dengan tulus ikhlas karena Allah SWT. Jika di tahun ini kita banyak berbuat dosa, segeralah tobat mumpung masih ada waktu dan kesempatan,” imbau buya. –nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.