Portal Kabupaten Sijunjung

PENIAGAAN AMAL YANG TIDAK MERUGI, MENGERJAKAN IBADAH

Peniagaan amal yang tidak perlu diperhitungkan untung ruginya, adalah mengerjakan ibadah, karena mengerjakan ibadah dipastikan tidak merugi. Bahkan untungnynya berlipat ganda, terlebih di Bulan Ramadhan.

“Karena itu, kerjakanlah ibadah sebanyak mungkin. Baik membaca Al Quran dan menunaikan shalat, mau pun mendermakan sebagian harta,” kata buya Taufiqurrahman, S. Ag, M. Si dalam ceramah Ramadhan, di Masjid Jamik Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Minggu (27/5) malam.

Menurut Taufiqurrahman yang juga ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sijunjung, umat Islam yang gemar membaca Al Quran dirindukan Surga, karena setiap huruf Al Quran yang dibaca bernilai 10 pahala, terlebih dalam bulan suci Ramadhan, pahalanya berlipat ganda.

Karena itu, sangatlah tepat bila kaum muslimin dan muslimat yang senantiasa mengharap keredhan Allah SWT memperbanyak membaca Al Quran dalam bulan Ramadhan ini, baik di surau, mushalla dan di masjid, maupun di rumah. Setelah dibaca, hayati dan amalkan isi kandungan Al Quran itu dalam mengarungi hidup dan kehidupan,” kata Taufiq.

Dalam tubuh manusia yang hidup adalah qolbu, sedangkan raga adalah kerangka. Qolbu akan hidup bila pemiliknya mendirikan shalat yang lima kali sehari semalam. Sekali meninggalkan shalat, qolbu akan mati.  

Apa lagi tidak mengerjakan shalat sama sekali, pada hakikatnya qolbu manusia itu sudah mati total. Jika masih hidup dan beraktifitas, ulama menyebutkan sosok itu adalah mayat berjalan.

Untuk itu, mumpung masih ada waktu dan kesempatan, memanfaatkan momentum Ramadhan  1439 H, manusia yang mengaku memeluk Agama Islam, tapi lalai dalam mendirikan shalat atau tidak shalat sama sekali, hendaknya segera mengubah kebiasaan buruk itu ke arah yang lebih baik.

Disamping mulia dan agung, memberi sedekah kepada fakir miskin,  yatim piatu dan orang terlantar  dengan niat yang tulus dan ikhlas untuk meringankan beban sesama serta mengharap redha Allah SWT, juga merupakan salah satu perbuatan yang mampu melapangkan dada dan membuka hati nurani.

 Karena sesungguhnya orang yang mempersembahkan kebaikan, Allah SWT akan membalasnya dengan kelapangan dada, kesenangan, ketenangan jiwa, kebahagiaan serta keluasan hati nurani dan keluasan rezki.

“Artinya, dengan banyak bersedekah, kita tidak akan jatuh miskin, karena Allah akan membalasnya dengan kelapangan dada, kesenangan, ketenangan jiwa, kebahagiaan serta keluasan hati nurani dan keluasan rezki.

Makanya saya katakan, peniagaan amal yang tidak perlu diperhitungkan untung ruginya, adalah mengerjakan ibadah, karena mengerjakan ibadah dipastikan tidak merugi. Bahkan untungnynya berlipat ganda, terlebih di Bulan Ramadhan. Justru itu, perbanyaklah membaca Al Quran, tunaikan shalat wajib dan shalat sunah serta bersedekahlah walaupun sedikit. Dan jangan meremehkan sedekah yang kita berikan meski itu hanya sepotong roti, secangkir kopi atau segelas air putih,” pesan Taufiqurrahman kepada jemaah Masjid Jamik Padang Sibusuk. [email protected]

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.