Portal Kabupaten Sijunjung

PERANAN KARAKTER GURU TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER SISWA

Fitria Yunita, S.Pd
( Guru Matematika SMP N 13 Sijunjung )

Pendidikan karakter yang sedang marak diupayakan sekarang tidak akan lepas dari peranan guru yang akan menjadi contoh terdekat bagi siswa di sekolah. Pola tingkah laku guru adalah yang paling mudah singgah di pikiran siswa dan lama-kelamaan akan menetap sebagai pola tingkah laku siswa juga, sebagaimana diibaratkan jika kita menanam tanaman yang baik dalam sebuah pot dengan perawatan, maka sedikit banyak gulma juga akan ikut tumbuh di dalamnya, apalagi menanam tanaman yang tanpa perawatan, setelah ditanam dibiarkan saja. Tentu tanaman yang ditanam tadi tidak akan tumbuh dengan baik.
Guru adalah orang tua siswa di sekolah, tempat siswa memperoleh perhatian dan pembelajaran yang bermakna. Setiap guru akan membagikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya pada siswa. Dalam proses menbagi ilmu pengetahuan, guru tidak hanya mengajar, tetapi guru juga mendidik siswanya, melatih siswanya, membimbing
siswanya, sehingga siswanya mampu memperoleh nilai yang baik. Nilai yang baik tidak hanya nilai yang diperoleh dari aspek pengetahuan saja, tetapi aspek keterampilan dan juga aspek sikap akan menjadi bahan pertimbangan utama bagi guru dalam menilai siswanya. Siswa yang baik adalah siswa yang mampu memiliki keseimbangan dari ketiga aspek tersebut.
Tanggung jawab guru terhadap kemajuan suatu bangsa sangat menentukan. Bagaimana tidak, siswa yang dididiknya sekarang ini merupakan calon generasi penerus dan pelurus bangsa di masa depan. Rasanya jika guru tetap berpegang teguh pada pedoman hidup manusia, yaitu Al- Qur’an, maka tidak akan sulit bagi guru untuk menerapkan nilai-nilai karakter yang sangat bermoral dan sejalan dengan norma-norma kehidupan manusia di lingkungan masyarakat kita.
Peranan karakter gurulah yang mendominasi terhadap pendidikan karakter siswanya di segala aspek kehidupan mendatang. Guru harus memiliki akhlak yang baik, hal itu bisa terlihat dari mulai guru datang ke sekolah, waktu pelayanan guru saat bersama siswa baik di dalam maupun di luar kelas, cara berpakaian guru, sikap dan tutur kata guru, partisipasi guru dalam setiap kegiatan di sekolah, cara bergaul guru dengan siswanya, dengan sesama guru maupun dengan kepala sekolah bahkan dengan masyarakat sekitar, sampai pada saat waktu pembelajaran di sekolah telah berakhir, dari hari kehari akan meninggalkan kesan dan kenangan tersendiri bagi setiap siswa bahkan tidak jarang hal itu akan menjadi inspirasi bagi siswanya nanti.
Para ahli dan cendekiawan Islam telah menetapkan beberapa ciri seorang guru yang baik. Ciri-ciri tersebut antara lain sebagai berikut :
Ikhlas mengemban tugas sebagai pengajar
Guru harus mempunyai falsafah hidup bahwa tugasnya tersebut merupakan bagian dari ibadah. Tentu saja suatu ibadah tidak akan diterima Allah bila tidak disertai dengan keikhlasan.seorang siswa biasanya dapat berprestasi karena keikhlasan dan kesalehan gurunya. Hal itu telah dijamin oleh Allah dalam firman-Nya berikut : “Hendaklah kalian menjadi orang-orang yang rabbani ( orang yang sempurna ilmu dan taqwanya kepada Allah), karena kalian selalu mengajarkan Al-kitab dan disebabkan kalian tetap mempelajarinya (QS Ali Imran [3]:79 )
Memegang amanat dalam menyampaikan ilmu
Bagi seorang guru, ilmu merupakan amanat dari Allah yang harus disampaikan kepada siswanya dengan tanpa ada yang dikurangi. Ia harus menyampaikan dengan sebaik dan sesempurna mungkin. Secara umum Allah telah memerintahkan untuk menyampaikan amanat ( kepada yang berhak ), termasuk amanat ilmu. Allah Swt. Berfirman, “Sesungguhnya Allah menyuruh kalian untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan ( menyuruh kalian ) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kalian menetapkan dengan adil”. (QS An-Nisa [4]: 58 ). Rasulullah Saw. juga bersabda, “ Seseorang yang tidak mempunyai sifat amanah tidak dapat dikatakan beriman. Seseorang yang tidak manunaikan perjanjian tidak dapat dikatakan mempunyai agama”, ( HR Ahmad ).
Memiliki kompetensi dalam ilmunya
Sudah menjadi keharusan bagi guru untuk memiliki penguasaan yang cukup atas ilmu yang akan diajarkan. Guru juga dapat menggunakan sarana-sarana pendukung dalam menyampaikan ilmu. Allah memerintahkan setiap orang untuk menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan yang diinginkan-Nya. Karakter ini berlandaskan sabda Rasulullah Saw. berikut : “ Sesungguhnya Allah menyukai seorang diantara kalian yang bila bekerja ia menyelesaikan pekerjaannya ( dengan baik )”, ( HR Al- Baihaqi ).
Menjadi teladan yang baik bagi anak didiknya
Siswa selalu melihat gurunya. Baginya, guru adalah contoh berakhlak dan bertingkah laku, seperti halnya ia mengambil ilmu dari gurunya. Oleh karena itu seorang guru berpengaruh besar dalam pembentukan kepribadian seorang siswa. Rasulullah sendiri dapat mempengaruhi khalayak ramai saat itu hanya dengan keteladanan beliau yang baik. Tak heran waktu itu banyak orang Arab yang masuk Islam secara beramai-ramai. Tentang pentingnya keteladanan ini, Al-Quran menjelaskan dalam firman Allah Swt. Berikut : “ Sesungguhnya telah ada pada ( diri ) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian ( yaitu ) bagi orang-orang yang mengharap ( rahmat ) Allah, hari akhir ( kiamat ) dan dia banyak menyebut Allah “, ( QS Al- Ahzab [33]: 21 ).
Adapun karakter guru yang diinginkan siswa agar mampu belajar dengan senang antara lain:
1. Murah senyum
Senyum merupakan rasa nyaman yang paling mudah yang bisa kita berikan pada siswa, dengan guru tersenyum siswa bangga, guru tersenyum siswa senang, guru tersenyum beban siswa hilang. Jika kondisi sudah seperti itu barulah guru dengan mudah mengeksplorasi semua potensi siswa. Namun untuk tersenyum di dalam kelas merupakan hal yang sangat berat. Guru perlu mencoba terus sehingga menjadi sebuah kebiasaan.
2. Ramah
Sapalah siswa dengan ramah. Bersikaplah terhadap siswa dengan ramah, berarti guru sudah menggunakan metode guru ramah. Dengan dilayani seorang guru yang ramah, siswa merasa dihargai dan diperhatikan. Jadikan pembelajaran sebagai “surga belajar “ baik di dalam maupun di luar kelas.
3. Menerima siswa sebagai manusia
Banyak guru yang menganggap siswanya adalah malaikat ataupun dewa yang tidak boleh salah, tidak boleh lupa, tidak boleh keliru dan sebagainya. Mengapa guru lupa bahwa siswanya itu adalah manusia? Inilah yang membuat siswa tersiksa dan tertekan. Terbelenggu di dalam pembelajaran yang dibatasi oleh empat dinding pembatas. Sebagai manusia tentu siswa mempunyai sifat-sifat manusiawi. Untuk itu para guru sudah selayaknya menyajikan pembelajaran untuk siswa dengan memanusiakan mereka serta melayani mereka secara manusiawi.
4. Melayani siswa dengan hati
Siswa yang kita hadapi mampu membedakan dilayani dengan sepenuh hati atau setengah hati oleh guru mereka. Mereka memerlukan kasih sayang dalam pembelajaran. Seorang guru yang melayani siswanya dengan sepenuh hati, siswa akan merasa nyaman dan damai saat pembelajaran. Sehingga proses belajar akan mengalir seperti arus sungai.
Demikianlah karakter dasar yang perlu menghiasi sikap seorang guru di saat melayani siswa dalam menyajikan sebuah pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas. Sehingga terjadi proses surga belajar yang mana guru sebagai nahkoda mengantarkan para siswanya menuju ke pulau tujuan pembelajaran. Siswa akan secara otomatis menyayangi dan menghormati gurunya dengan sepenuh hati. Kewibawaan seorang guru akan terbangun kokoh berlandaskan kasih sayang dari para siswanya.
Jadi, guru harus mampu untuk menghadapi dan menerima perubahan karakter siswa dengan memperbaiki moral dan prilaku, bagaimanapun sifat aslinya guru, namun tetap bisa memberikan tauladan yang baik bagi siswanya di sekolah, seberat apapun masalah yang dihadapi guru di rumah ataupun di sekolah hendaknya tidak akan menjadi derita bagi siswa di sekolah. Guru diharapkan mampu memilah-milah permasalahan, jika sudah berada di atas panggung, jalankan peran sebagai guru dengan baik.
Hendaknya di tiap sekolah diadakan program penambah wawasan guru akan ilmu agama yang akan berdampak pada karakter guru, seperti pengajian, ceramah agama, dan forum diskusi akhlak, moral dan nilai karakter khusus guru, adanya penilaian dan penghargaan bagi guru yang berkarakter baik atau bahkan terbaik yang akan menginspirasi siswanya. Diadakannya pelatihan karakter guru oleh pemerintah setempat khususnya dinas pendidikan, yang akan memberikan bekal bagi guru dalam memberikan pendidikan karakter di sekolah.
Alangkah indahnya suasana sekolah jika semua guru sudah menjalankan perannya dengan karakter guru yang ideal, maka dengan mudah pendidikan karakter yang dituntut dalam kurikulum saat ini akan terlaksana dan tercapai dengan baik, yang hasilnya akan kita rasakan dimasa yang akan datang, terlaksananya segala aspek kehidupan sesuai dengan norma yang berlaku, tidak adanya pelanggaran di masyarakat, terwujudnya masyarakat yang rukun, damai, dan tentram, [email protected]

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.