• Subscribe

    Your Name (required)

    Your Email (required)

    Subject

    Your Message

(0754) 20064
[email protected]

POLIGAMI MENGHANCURKAN RUMAH TANGGA

Di era sekarang, meningkatkan kualitas peran kaum perempuan selaku ibu rumah tangga, semakin dituntut. Tujuannya  supaya suami tidak melirik perempuan lain yang pada akhirnya berbuah poligami.

Sedangkan sebagai seorang ibu dari anak, kaum perempuan diharapkan lebih meningkatkan perhatian dan kepedulian terhadap perkembangan putra putrinya, agar mereka tidak terjerumus ke lembah kenistaan yang akhirnya menghancurkan masa depan dan kehidupannya.

Agar kaum perempuan mampu meningkatkan kualitas perannya sebagai ibu rumah tangga, tentunya mereka harus banyak belajar. Untuk itu, PKK dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) yang merupakan organisasi perempuan, juga dituntut lebih meningkatkan frekwensi kegiatan tentang peran ibu rumah tangga ini, kata seorang Bundo Kanduang Kabupaten Sijunjung Dra. Hj. Rinawati, Minggu (19/3), di Muaro Sijunjung.

Khusus mendidik anak, kepada kaum perempuan Rinawati menghimbau  agar membina dan mendidik putra putrinya dengan menanamkan nilai-nilai agama sedini mungkin, supaya mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak soleh yang berbakti terhadap orangtua dan masyarakat serta berguna bagi agama, bangsa dan negara.

“Anak adalah amanah dan titipan Illahi. Baik buruknya mereka, akan kita pertanggungjawabkan di makamah Tuhan nantinya. Untuk itu, selaku orangtua, kita dituntut dan berkewajiban memelihara, membina serta  mendidik mereka sejak dini, sesuai syariat dan ajaran Islam, supaya mereka tidak membawa kesengsaraan bagi kita di alam akhirat nantinya,” kata Rinawati.

Cukup banyak yang bisa dilakukan dalam upaya menanamkan nilai-nilai agama kepada anak sedini mungkin. Diantaranya mendirikan shalat berjemaah dan membaca kitab Suci Al Quran secara bersama serta membiasakan diri berkata lemah lembut, sopan dan santun dalam penghidupan sehari-hari di rumah tangga, tambah Rinawati mencontohkan.

Selain kaum perempuan,  kepada kaum bapak Bundo Kanduang ini juga berharap selalu menyangi isteri dan anak. Hindari tindakan kekerasan dan jauhi poligami.

Poligami (dimadu) adalah sesuatu yang sangat menyakitkan bagi seorang isteri. Jangankan atas  kemauan suami, karena terpaksa saja tidak ada isteri yang mampu menerima dengan tulus dan ikhlas. Sebab poligami identik dengan membagi kasih sayang dan perhatian yang utuh menjadi berkeping-keping.

Hendaknya kaum bapak memahaminya dengan penuh kesadaran dan perasaan mendalam, karena selain sangat menyakitkan bagi seorang isteri, poligami juga berdampak dan berpengaruh buruk  terhadap perkembangan anak, sebut Rinawati. –[email protected]

Leave a Reply