• Subscribe

    Your Name (required)

    Your Email (required)

    Subject

    Your Message

(0754) 20064
[email protected]

Potensi Peternakan dan Perikanan

1. USAHA PETERNAKAN SAPI BALI

Sapi Bali memiliki keunggulan dalam hal kesuburan, pertambahan berat badan setiap hari, toleransi terhadap panas, dan libido jantan.

tambak-ikanSapi Bali dari penelitian tergolong subur, sehingga potensial dijadikan sebagai pilihan ternak sapi bibit. Fertilitas sapi Bali 83%-86% lebih baik dari sapi Eropa yang rata-rata mempunyai fertilitas 60%. Umur dewasa kelamin 18 bulan. Persentase kelahiran dari jumlah sapi Bali yang dikawinkan 83,4%, sementara persentase lahir mati relatif kecil, sekitar 3,65%. Bila pemeliharaan dilakukan di padang penggembalaan, maka seekor pejantan mampu mengawini 15-25 ekor betina.

Kelebihan sapi Bali, meski tanpa diberi pakan penguat mampu memanfaatkan hijauan bermutu rendah, dan tidak mengalami gangguan pertumbuhan.

sapiPemeliharaan sapi Bali juga relatif mudah, . Selain itu dari segi permodalan pemeliharaan Sapi Bali hanya memerlukan modal relatif kecil, karena dapat dipelihara di padang-padang penggembalaan. Seperti diketahui kontribusi biaya produksi untuk pakan biasanya sekitar 70% dari keseluruhan biaya produksi.

Usaha Ternak Sapi Bali ini ditawarkan dengan pola kerjasama melibatkan 3 (tiga) domain sebagai stakeholder yaitu Investor (Badan hukum/perorangan), kelompok peternak dan Pemerintah Daerah. Masing-masing pihak dalam pola ini mengambil peran sbb :

Pihak I (Pemerintah Daerah/ Dinas Peternakan)
Berperan dalam melayani regulasi, melayani fasilitas IB dan Padang Penggembalaan umum di kawasan, fasilitasi bagi hasil untukmasing-masing pihak, pengendalian penyakit menular dan kemajiran, pembinaan teknis peternakan,
Pihak II (Investor)
Menyediakan sapi bibit untuk dipelihara oleh pihak ketiga (peternak)
Pihak III (peternak/kelompok peternak)
Melakukan pemeliharaan terhadap sapi betina bibit yang diserahkan pihak ke II termasuk pemeliharaan anak yangmeliputi penyediaan kandang, rumput dan perawatan ternak, serta mendeteksi birahi sapi induk dan melaporkannya kepada petugas IB pada Posyanak terdekat.
Pembagian hasil untuk masing-masing pihak dalam pola kerjasama ini dilakukan dari nilai penjualan anak sebagai berikut :
– 50% (limapuluh persen) untuk pihak ketiga (peternak) atas jasa pemeliharaan dan perawatan ternak.
– 35% (tiga puluh lima persen) untuk pihak kedua (investor) atas jasa penyediaan bibit sapi induk
– 14% (limabelas persen) untuk pihak pertama (Pemerintah daerah) atas jasa pelayanan IB, pengendalian penyakit dan pelayanan  padang penggembalaan umum)Pada akhir tahun kelima, sapi induk bibit kembali menjadi milik pihak kedua

 

2. USAHA TERNAK DOMBA LOKAL

Berdasarkan kajian aspek perilaku masyarakat, peluang pasar, besaran modal yang dibutuhkan dan kajian teknis peternakan, maka pengembangan Ternak Domba Lokal menjadi pilihan kebijakan Pemerintah Daerah

Pengembangan Ternak Domba dengan Pola Mitra Swasta Pola ini melibatkan para pemodal dengan Petani Pemelihara ternak, yang difasilitasi oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sijunjung, secara rinci pola mitra swasta ini dapat dijelaskan sbb:

Pemodal (Investor)

  • Menyediakan modal 12 s/d 16 juta untuk 1 paket usaha yaitu 1 kandang panggung ukuran 4 x 15 m dengan 50 ekor induk domba
  • Menerima pembagian hasil sebesar 50 % dari nilai setiap penjualan Domba

Peternak

  • Menyediakan lahan kandang dan padang Pengembalaan
  • Melaksanakan pemeliharaan ternak Domba
  • Menerima bagi hasil sebesar 50 % dari nilai setiap penjualan domba

Dinas Peternakan dan Perikanan

  • Memfasilitasi kerja sama antara pemodal dan petani
  • Menilai kelayakan lahan usaha dan kandang peternak
  • Melakukan pembinaan teknis-
  • Melakukan pengendalian terhadap penyakit domba

 

3. BUDIDAYA PERIKANAN AIR TAWAR

Kerjasama budidaya ikan air tawar ini dengan investor ditawarkan dengan pembagian hasil (keuntungan) 50 – 50 antara investor dengan petani pembudidaya ikan.

a. Kolam Air Deras
Petani pembudidaya ikan menyiapkan kolam, peralatan dan bertangungjawab terhadap pemeliharaan sampai pemasaran. Investor menyiapkan dana untuk bibit dan pakan ikan
b. Budidaya ikan iar tawar dengan karamba besi
Petani pembudidaya ikan menyiapkan karamba berukuran 2 x 1 x 0,75 m minimal 5 unit, peralatan dan bertangungjawab terhadap pemeliharaan sampai pemasaran. Investor menyiapkan dana untuk bibit dan pakan ikan

Bagi peminat menjadi investor hubungi :
Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Sijunjung

Telp. : kantor : 0754 – 20155

 

POPULASI TERNAK ( EKOR ) KAB. SIJUNJUNG TAHUN 2006

No Jenis Ternak Jantan Betina Jumlah
1 Sapi Perah
2 Sapi Potong 12.267 24.225 36.492
3 Kerbau 11.819 25.702 37.521
4 Kuda 16 16
5 Kambing 8.008 18.800 26.808
6 Domba 1.099 1.811 3.910
7 Babi
8 Ayam Ras Petelur 27.900
9 Ayam Ras Pedaging 492.458
10 Ayam Buras 313.845
11 Itik 32.533

 

PRODUKSI DAGING TELUR DAN SUSU TAHUN 2006

No Jenis Komoditi Produksi (Kg)
A DAGING
1 Daging Sapi 366.210,60
2 Daging Kerbau 91.740,00
3 Daging Kambing 45.700,00
4 Daging Domba 5.625,00
5 Daging Ayam Buras 336.598,76
6 Daging Ras 405.598,26
7 Daging Itik 13.419,86
Jumlah 1.264.892,49
B TELUR
1 Telur Ayam Ras 180.792,00
2 Telur Ayam Buras 131.814,90
3 Telur Itik 152.254,44
Jumlah 464.861,34
C SUSU
1 Susu Sapi 250.140,00
2 Susu Kerbau 250.140,00

 

Konsumsi (Estimasi hanya berdasarkan Produksi)

No Jenis Komoditi Komsumsi (Kg) Komsumsi/Cap/th
A DAGING
1 Daging Sapi 292.236,06 1.500
2 Daging Kerbau 69.722,40 3,358
3 Daging Kambing 34.732,00 0,178
4 Daging Domba 4.275,00 0,022
5 Daging Ayam Buras 197.675,27 1,015
6 Daging Ayam Ras 238.196,82 1,222
7 Daging Itik 8.112,92 0,042
Jumlah 844.950,45 4,337
B TELUR
1 Telur Ayam Ras 177.176,16 0,909
2 Telur Ayam Buras 65.907,45 0,338
3 Telur Itik 106.578,11 0,547
Jumlah 349.661,72 1,795
C SUSU
1 Susu Sapi
2 Susu Kerbau 218.872,50 1,123
Jumlah 218.872,50 1,123

 

Luas dan Produksi Ikan Budidaya dan Perairan Umum

No Jenis Usaha Luas (ha) Produksi (ton)
1 Kolam 447,64 1.408,90
2 Sawah 641,70 853,10
3 Sungai 1.210,46 658,30
4 Rawa 10,00 0,50
5 Telaga 16,25 7,71
6 Keramba (Unit) 962,00 404,00
7 Race Way (unit) 24,00 12,04
8 Saluran Irigasi 8,00 14,94
9 KAD 2,00 1,40