• Subscribe

    Your Name (required)

    Your Email (required)

    Subject

    Your Message

(0754) 20064
[email protected]

SAMBUT TAHUN HIJRIYAH SEMERIAH MUNGKIN

Buya H. Ismail berharap serta mengimbau kaum muslimin, terutama generasi muda Kabupaten Sijunjung menyambut tahun baru Hijriyah  (1 Muaharam 1439 H)  dengan berbagai kegiatan yang bernapas Islam.

Biasanya masyarakat, terlebih generasi muda, termasuk para siswa, hanya tahu dengan tahun masehi. Pada hal sesungguhnya tahun hijriyah inilah tahun umat Islam yang pantas disambut dan diperingati semeriah mungkin, kata Ismail, Rabu (13/9), di Muaro Sijunjung.

“Justru itu kita berharap serta mengimbau segenap kaum muslimin, terutama generasi muda dan siswa supaya menyambut kedatangan tahun baru Hijriyah 1439 H yang jatuh  21 September mendatang dengan berbagai kegiatan yang mensyiarkan agama Islam,” harap Ismail.

Kegiatan yang mensyiarkan Islam itu, bisa dalam bentuk pesantren kilat, musabaqah tilawatil Quran, lomba azan, lomba qasidah rabana, lomba busana muslimin dan muslimat serta melaksanakan ceramah agama dan menyelenggarakan tabligh akbar di masjid, mushalla, surau dan disekolah dengan mendatangkan buya atau ustad dari luar maupun buya dan ustad yang ada di lingkungan sendiri, kata Ismail mencontohkan.

Tanpa mencari siapa yang salah dan yang lalai, jujur diakui, selama ini yang disambut dengan kemeriahan oleh masyarakat, terutama generasi muda hanyalah kedatangan tahun Masehi. Kedatangan 1 Muharram ada juga penyambutannya, tapi tidak semeriah dan seglomaur 1Januari.

Bahkan kadangkala dalam menyonsong 1 Januari,  sering menyulut  generasi muda  melakukan  kegiatan mubazir dan hura-hura seperti naik gunung, nginap di pinggir danau, dan di pinggir laut serta  kegiatan lain yang mudaratnya lebih besar dari manfaatnya.

Pada hal kegiatan seperti ini jelas bertentangan dengan ajaran Islam serta dengan adat istiadat Minangkabau yang bersandi syarak, syarak bersandi kitabullah.

“Untuk itu, mulai 1 Muharram 1439 H ini, secara beransur-ansur kita berusaha merobah kebiasaan  generasi muda Islam yang merugikan agama dan diri sendiri, dengan menyambut tahun baru Hijriyah  dengan  berbagai kegiatan yang bernapaskan Islam,” kata Ismail.

Agar usaha ini membuahkan hasil sesuai sasaran dan harapan, peran aktif semua pihak, seperti pejabat, walinagari, majelis guru serta tokoh dan pemuka masyarakat, terutama kedua orangtua, tentunya sangat dituntut dalam menuntun dan mengarahkan generasi muda tersebut, tambah buya Ismail. [email protected]

Leave a Reply