Portal Kabupaten Sijunjung

SOSIALISASI SEKOLAH BERBASIS BUDAYA GUNA CIPTAKAN GENERASI MADANI

Di dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, dijelaskan kebudayaan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan cipta, rasa, karsa dan hasil karya masyarakat, namun pada saat sekarang, hasil cipta, rasa, karsa dan karya tersebut ada yang positif dipakai negatif untuk itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sijunjung melalui bidang kebudayaan menggelar sosialisasi sejarah, seni dan budaya di Gedung Pancasila, Rabu (18/12).

Kegiatan dihadiri Kepala Sekolah dan guru SD beserta pengawas SD se Kabupaten Sijunjung.

Dalam Laporan panitia, Wira Gusti Mustika, S.Sn selaku Kasi pembinaan kesenian, diplomasi dan promosi budaya, menyampaikan tujuan kegiatan untuk menyamakan presepsi tentang Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) berbasis budaya dan implementasi ABS-SBK berbasis budaya di sekolah.

“Kami telah melakukan kunjungan awal ke SMA 1 Padang Panjang dan SMA 2 Sumatera Barat, dua sekolah tersebut merupakan sekolah berbasis budaya IMTAQ dan SMA 2 Sumatera Barat berbasis Budaya Tradisi. Dari kedua sekolah ini terlihat basis budaya yang berbeda, namun kalu disatukan akan menjadi kesatuan yang sangat kuat,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang diwakili Kepala bidang kebudayaan, Yusnidar Yelly, S.Pd, MM dan membuka secara resmi sosialisasi sekolah berbasis budaya untuk guru SD se Kabupaten Sijunjung Tahun 2018 menjelaskan Pemerintah Kabupaten Sijunjung memiliki visi mewujudkan masyarakat Kabupaten Sijunjung yang madani.

“Tempat yang paling dasar untuk menerapkan semua ini adalah sekolah karena Kepala dan guru merupakan perpanjangan tangan dari Dinas pendidikan dan kebudayaan dalam mensukseskan visi ini, untuk itu diminta tenaga pendidik mampu mengaplikasikannya kepada anak didiknya untuk mencintai budaya daerah”, ujarnya.

“Ia berharap nantinya nilai-nilai budaya termasuk di dalamnya seni, nilai-nilai sejarah dan cagar budaya akan menjadi sumber ajar di sekolah-sekolah baik itu melalui muatan lokal maupun dimasukkan ke dalam mata pelajaran tertentu seperti dulu yang kita kenal mata pelajaran BAM (Budaya Alam Minangkabau)”, pintanya.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan beserta diskusi dan tanya jawab dengan narasumber Prof. DR Daryusti, M.Hum Rektor STKIP Nasional Padang Pariaman dan Ust. Dalvi, M.Pd. I.Kepaqla Sekolah SD IT Juara Padang Panjang.(dwita/dinda-kominfo)@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.