Portal Kabupaten Sijunjung

Staf Ahli Mashariyanto Pimpin Tim Ramadan

Pdg. Sibusuk. MC. Sijunjung, – Tim Ramadan Kabupaten Sijunjung yang dipimpin Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia; Mashariyanto, SE, bersilaturrahim dengan jemaah Masjid Jamik Nagari Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Senin (13/5) malam.

Sebelum ke Masjid Jamik, tim yang beranggota Asnawi (ulama), Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga; Yofritas, Kabag Vasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat Dewan; Firdaus serta Kepala Badan Pertanahan Negara; Junaidi, berbuka puasa di Unit Daerah Kerja Pembangunan (UDKP) Kupitan.

Selain menyampaikan pesan pembangunan dan agama, ketua tim, Mashariyanto  juga menyerahkan sumbangan Al Quran standar 10 buah dan tikar karpek sajadah lima gulung untuk Masjid Jamik.

Terkait dengan pembangunan, staf ahli mengatakan bahwa sekarang pemerintah Kabupaten Sijunjung tengah menggalakan penambangan minyak dan gas (Migas) serta pengembangan Geopark Nasional Silokek.

Supaya kedua program prioritas itu berhasil dan berdayaguna untuk memajukan pembangunan yang bermuara pada peningkatan dan ekonomi rakyar, dukungan dari seluruh  masyarakat Kabupaten Sijunjung sangat diharapkan.

Sebagaimana diketahui, objek wisata Nagari Silokek nan indah mempesona serta memiliki potensi ekonomi telah ditetapkan sebagai kawasan  Geopark Nasional  oleh Komite Nasional Geopark Indonesia.

Sertifikat penetapan objek wisata Nagari Silokek Geopark Nasional, diterima bupati tahun lalu dari  Menteri Pariwisata, Arief Yahya, di Museum Tambang Antam, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawab Barat.

“Supaya penambangan Migas dan pengembangan geopark berhasil dan berdayaguna untuk memajukan pembangunan yang bermuara pada peningkatan dan ekonomi rakyar, dukungan dari seluruh  masyarakat sangat diharapkan, terutama dalam menerima setiap tamu yang datang dengan ramah dan sopan,” kata Staf Ahli Mashariyanto.

Asnawi dalam ceramahnya yang cukup panjang menguraikan tentang shalat dan sedekah. Menurut buya, dalam tubuh manusia yang hidup adalah qolbu, sedangkan raga adalah kerangka. Qolbu akan hidup bila pemiliknya mendirikan shalat yang lima kali sehari semalam. Sekali meninggalkan shalat, qolbu akan mati.

Apa lagi tidak mengerjakan shalat sama sekali, pada hakikatnya qolbu manusia itu sudah mati total. Jika masih hidup dan beraktifitas, ulama menyebutkan sosok itu adalah mayat berjalan.

Karena itu, mumpung masih ada waktu dan kesempatan, memanfaatkan momentum Ramadan  1440 H, manusia yang mengaku memeluk Agama Islam, tapi lalai dalam mendirikan shalat atau tidak shalat sama sekali, hendaknya segera mengubah kebiasaan buruk itu ke arah yang lebih baik.

Disamping mulia dan agung, memberi sedekah kepada fakir miskin,  yatim piatu dan orang terlantar  dengan niat yang tulus dan ikhlas untuk meringankan beban sesama serta mengharap redha Allah SWT, merupakan salah satu perbuatan yang mampu melapangkan dada dan membuka hati nurani.

Karena sesungguhnya orang yang mempersembahkan kebaikan, Allah akan membalasnya dengan kelapangan dada, kesenangan, ketenangan jiwa, kebahagiaan serta keluasan hati nurani dan keluasan rezki.

“Biasakanlah diri bersedekah. Berikan sebagian harta yang dimiliki kepada fakir miskin, yatim piatu, orang terlantar yang kadangkala makan kadangkala tidak lantaran tidak punya. Karena sesungguhnya pada kita tertumpang rezki orang yang mesti diberikan,” imbau Asnawi kepada jemaah Masjid Jamik. –nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.