Portal Kabupaten Sijunjung

Tim Sumbar Nilai Pemuda Pelopor

Lalan, MC Sijunjung – Warga Nagari Lalan, Kecamatan Lubuk Tarok; Yunike Filmar dan warga Nagari Sijunjung; Riko Rifando, terpilih sebagai pemuda pelopor terbaik tingkat Kabupaten Sijunjung pada 2019 ini.

Atas prestasi yang diraih, disamping menerima piagam penghargaan dan uang pembinaan dari Pemkab Sijunjung, Yunike Filmar dan Riko Rifando dipercaya mewakili daerah ini dalam mengikuti pemilihan pemuda pelopor tingkat Provinsi Sumatera Barat yang penilaiannya dilaksanakan Selasa (25/6) sore, di halaman SDN 6 Lalan.

Tim Provinsi Sumatera Barat yang melakukan penilaian, diketuai Kasi Pemuda Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parpora); Elvis Martin, dengan anggota Ratmil (Dinas Pendidikan), Thamrin (Lingkungan Hidup), Andriani (Pariwisata), Syamsu Akmal (Pangan) serta Nandi Pinta (Dinas Perindustrian dan Perdagangan).

Selain Bupati Sijunjung yang diwakili Kepala Dinas Parpora, Afrineldi, SH, acara penilaian juga dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimcam Lubuk Tarok, Camat Sijunjung; Khalfian Nuraflis serta walinagari, tokoh dan pemuka masyarakat Lalan.

Kepala Dinas Parpora Kabupaten Sijunjung, Afrineldi menjelaskan, Yunike Filmar adalah pelopor di bidang pangan, dengan kegiatan pengembangan dan pengolahan madu galo-galo dengan hasil Rp5 juta/bulan.

Sedangkan Riko Rifando, pelopor di bidang agama, sosial dan budaya, yaitu melestarikan kesenian tradisional selawat dulang yang hampir punah di tengah generasi muda.

Maksud dan tujuan penilaian pemuda pelopor, sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sijunjung yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2016-2021, yaitu terwujudnya pemuda yang berkapasitas, berkarakter dan berdaya saing.

Disamping itu, pemerintah Kabupaten Sijunjung berkomitmen dan bertekad mengembangkan potensi pemuda, khususnya pemuda pelopor, dengan harapan kepeloporannya tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tapi juga berguna  bagi pemuda lain dan masyarakat banyak, kata Afrineldi.

Setelah menyimak dan menganalisa ekspos yang disampaikan Yunike Filmar dan Riko Rifando, ketua dan anggota tim penilai mengaku salut dan kagum dengan kepeloporan keduanya.

Betapa tidak, Yunike Filmar mempelopori pemanfaatan potensi madu galo-galo yang menghasilkan Rp5 juta/bulan. Pada hal selama ini galo-galo itu tidak berguna bagi masyarakat.

Begitu pula Riko Rifando, mempelopori kesenian tradisional selawat dulang yang hampir punah di tengah generasi muda. Sedangkan selawat dulang merupakan media yang mensyiarkan Agama Islam.

“Terus terang kami salut dan kagum dengan kepeloporan Yunike Filmar dan Riko Rifando. Mudah-mudahan keduanya terbaik di tingkat tingkat Provinsi Sumatera Barat dan di tingkat nasional,” harap ketua tim penilai, Elvis Martin. –nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.