Portal Kabupaten Sijunjung

Tunaikan Ibadah Puasa Dengan Iman dan Sabar

Sijunjung. MC. Sijunjung, – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sijunjung H. Hidayahtullah, mengajak kaum muslimin menunaikan ibadah puasa dengan iman, syukur dan sabar.

Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al Baqarah ayat 183, “yaayyuhallazi na’amanu kutibaalaikum mussiham kama kutiba alallazina mingkablikum laallakum tattakun. Hai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu bersahum (berpuasa) sebagaimana orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa, yang diseruh berpuasa oleh Allah SWT hanya orang yang beriman.

“Justru itu, supaya kita termasuk yang diseruh oleh Allah SWT, laksanakan puasa dengan iman serta dengan syukur dan sabar,” kata Hidayahtullah, Jumat (3/5), di Palangki, Kecamatan IV Nagari.

Melaksanakan dengan iman, artinya puasa dilakukan dengan ikhlas semata karena Allah SWT. Bukan karena faktor lain, seperti takut kepada suami atau isteri, malu kepada tetangga atau supaya disayangi mertua.

“Jika kita berpuasa karena faktor lain, yang akan diperoleh bukan pahala atau derajat taqwa sebagaimana dijanjikan Allah SWT, tapi hanya haus dan lapar. Untuk itu, mari kita tunaikan ibadah puasa dengan ikhlas karena Allah semata,” imbau ketua MUI.

Menunaikan ibadah puasa dengan syukur, artinya berpuasa dengan mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT. Baik itu nikmat umur, kesehatan dan kesempatan maupun nikmat rezki

“Waiz taazzana rabbukum lain syakartum laazidannakum walain kafartum inna ‘azabi lasyadid. Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

“Bila kita mampu dan mau memahami serta menghayati Firman Allah SWT dalam surat Ibrahim ayat 7 surat ke-14 ini, pasti kita akan mensyukuri setiap nikmat yang diterima, terlebih dalam Ramadhan ini, karena tahun depan belum tentu kita akan bertemu dengan bulan yang suci dan mulia ini,” kata Hidayahtullah.

Karena itu, mumpung masih ada waktu dan kesempatan, tunaikan ibadah puasa dengan iman dan syukuri setiap nikmat yang diterima. Pergunakan mata untuk melihat yang baik, mamfaatkan telinga untuk mendengar pengajian dan ceramah agama serta dermakan sebahagian harta kepada fakir miskin, yatim piatu, orang terlantar dan tempat beribadah.

“Tanamkan dalam hati, yakinkan diri, hanya harta yang dibelanjakan di jalan Allah yang akan menolong kita di alam akhirat yang kekal dan abadi, supaya mendermakan sebahagian harta kepada fakir miskin, yatim piatu, orang terlantar dan tempat beribadah tidak terasa berat.”

Sedangkan menunaikan ibadah puasa dengan sabar, artinya sabar dalam segalanya. Sabar dalam menahan haus dan lapar serta sabar dalam menghadapi situasi dan kondisi, karena sesungguhnya puasa adalah melatih diri untuk lebih sabar, tawaqal dan kanaa dalam hidup, jelas ketua MUI Hidayahtullah. –nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.