Portal Kabupaten Sijunjung

Umat Islam Jangan Saling Bermusuhan

Padang Sibusuk, MC.Sijunjung- Ribuan kaum muslimin sujud dan tafakur di lapangan sepakbola Nagari Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung, menunaikan Shalat Idul Adha 1440 H, Minggu (11/8).

Ramainya jemaah, karena yang menunaikan shalat tidak hanya masyarakat yang menetap di nagari, tapi juga para perantau yang sengaja pulang kampung untuk berhari raya bersama dunsanak dan keluarga.

Disamping itu juga banyak masyarakat dari kecamatan tetangga yang menunaikan Shalat Idul Adha di lapangan sepakbola Nagari Padang Sibusuk, karena mereka ingin mendengar dan menyimak khutbah yang disampai khatib H. Mahyeldi Ansharullah, SP (Walikota Padang).

Selain jadi khatib, pada shalat yang jemaahnya cukup ramai itu, Mahyeldi Ansharullah yang juga ketua Forum Bela Negara dan ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Provinsi Sumatera Barat, juga bertindak sebagai imam.

Dalam khutbahnya yang bernas dan berisi, inti urainnya Mahyeldi Ansharullah menjelaskan bahwa ibadah haji dan ibadah kurban mengokohkan ukhuwah Islamiyah.

“Salah satu pesan penting ibadah haji dan kurban yang kita laksanakan setiap tahun, adalah pengokohan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah yang berdasarkan pada ketundukan dan kepasrahan diri kepada Allah sesuai makna Islam itu sendiri, yaitu tunduk dan patuh  kepada Allah SWT,” katanya.

“Ibadah haji dan kurban memotivasi dan melatih kita untuk memperkuat ukhuwah sesama muslim, berkumpulnya umat Islam dari seluruh penjuru bumi di depan Ka’bah, Arafah, Muzdalifah dan di Mina dengan pakaian ihram yang berwarna sama putih, adalah pelajaran dan pelatihan ukhuwah, bahwa kita adalah sama di mata Allah. Tidak  ada perbedaan kaya dan msikin, pejabat dan rakyat jelata, suku dan bangsa, semua sama di hadapan Allah SWT, karenanya Allah menjadikan nilai ukhuwah sebagai syarat utama menjadi haji mabrur,” ulas Mahyeldi.

Ibadah kurban menurut Allah SWT, adalah ibadah yang bermanfaat bagi sesama mukmin berupa saling memberi bantuan dan makanan serta saling tolong menolong sesama mereka.

Dari nilai ketundukan dan keimanan kepada Allah, pinsip saling menolong, memberi makan orang miskin serta kasih sayang Nabi kepada umatnya saat menyemblih kurban, Islam membangun ukhuwah Islamiyah, bahwa umat Islam adalah umat yang satu. Bukan umat yang bercerai berai karena kepentingan pribadi dan kelompok.

Fiman Allah yang artinya, ‘sesungguhnya umat ini (agama tauhid) adalah agama kamu semua agama yang satu dan aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah aku.’ (QS. Al-Anbiya:92).

“Ayat di atas menegaskan bahwa kita satu umat, bahwa setiap mukmin bersaudara. Ayat terakhir melarang kita bercerai berai, melarang kita saling berpecah dan berselisih. Sebaliknya memerintahkan kita untuk saling bersatu, menguatkan barisan dengan cara berpegang teguh pada Islam dan ajarannya, karena Allah mencinai hambah-Nya yang bersatu dalam satu shaf ketika berjuang di jalan Allah laksana bangunan yang kuat, yang saling menguatkan dan saling menopang antara satu dengan yang lain. Tidak sebaliknya saling melemahkan, saling menuduh dan saling meremehkan. Apa lagi saling bermusuhan,” tegas Mahyeldi.

Dari jemaah yang cukup ramai, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Nagari Padang Sibusuk berhasil mengumpulkan infak Rp27,9 juta. –nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.