Portal Kabupaten Sijunjung

USTAD ABDUL SOMAD BERCERAMAH DI KAMANG BARU

Menyambut tahun baru Hijriyah  (1 Muaharam 1440 H), pengurus Masjid   Al Ikhlas Simpang Batu Bara Sungai Tambang Nagari Kunangan Parik Rantang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung menyelenggarakan Tabligh Akbar.

 

Tidak tanggung-tanggung, Tabligh Akbar yang diadakan di lapangan sepakbola Nagari Kunangan Parik Rantang, Selasa (11/9) malam, diisi dengan ceramah agama oleh Ustad H. Abdul Somad, Lc. MA  yang didatangkan dari Jakarta.

 

Karena yang berceramah ulama kondang yang energik, Tabligh Akbar dipadati pengunjung yang berdatangan dari Provinsi Sumatera Barat, Jambi dan Provinsi Riau, jumlahnya diperkirakan lebih kurang 15 ribu orang.

 

Selain pengunjung yang membludak dan memadati lapangan sepakbola Nagari Kunangan Parik Rantang, Tabligh Akbar juga dihadiri Bupati Sijunjung H. Yuswir Arifin Datuak Indo Marajo, Wakil Bupati H. Arrival Boy, ketua DPRD Yusnidarti, Forkopimda, ketua TP PKK Ny. Hj. En Yuswir Arifin serta sejumlah kepala OPD dan anggota DPRD.

 

Ketua panitia pelaksana, Elfi Rusdi mengatakan, terselenggaranya Tabligh Akbar ini, disamping berkat upaya dan kerja keras pengurus Masjid   Al Ikhlas Simpang Batu Bara Sungai Tambang, juga berkat tingginya perhatian dan kepedulian Walinagari dan sekretaris Nagari Kunangan Parik Rantang, Sabudin Datuak Sinaro dan Mardalius serta pemerintahan Kecamatan Kamang Baru.

 

“Untuk itu, kami pengurus Masjid   Al Ikhlas Simpang Batu Bara Sungai Tambang khususnya dan masyarakat Nagari Kunangan Parik Rantang pada umumnya, mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada walinagari dan sekretaris Nagari Kunangan Parik Rantang,  pemerintahan Kecamatan Kamang Baru dan para donatur, dengan harapan dan doa kepedulian dan perhatian yang cukup tinggi terhadap syiar Islam dibalas oleh Allah SWT,” harap Elfi Rusdi.

 

Sementara Bupati Yuswir Arifin mengimbau pengunjung yang memadati lapangan sepakbola agar berterima kasih kepada ustad  Abdul Somad dan bersyukur kehadirat Allah SWT, karena di awal tahun baru Hijriyah  ini bisa mendengan ceramah ustad secara langsung.

 

“Sebagaimana dikatakan ustad kepada saya, dalam menyambut tahun baru Hijriyah, cukup banyak yang mengundang ustad  Abdul Somad untuk berceramah. Alahamdulillah, dari undangan yang banyak itu, yang dipenuhi adalah undangan pengurus Masjid   Al Ikhlas Simpang Batu Bara Sungai Tambang,” ujar Bupati

 

“Untuk itu, seluruh kita yang hadiri di lapangan sepakbola ini, pantas berterima kasih kepada ustad  Abdul Somad dan bersyukur kehadirat Allah SWT, karena di awal tahun baru Hijriyah  ini, kita mendapat rahmat dan nikmat yang sangat besar, bisa mendengan ceramah ustad secara langsung,” sambungnya..

 

Dalam ceramah panjang yang diselingi humoris, ustad  Abdul Somad mengajak dan mengimbau kaum muslimin yang menghadiri Tabligh Akbar khususnya dan seluruh umat Islam pada umumnya supaya memanfaatkan momentum tahun baru hijriyah untuk hijrah kearah yang lebih baik dengan meninggalkan semua yang dilarang Allah SWT.

 

“Mari kita manfaatkan momentum tahun baru hijriyah ini untuk hijrah kearah yang lebih baik. Yang selama ini belum pernah shalat, segera dirikan shalat. Yang tidak pernah bersedekah, segeralah bersedekah. Yang tidak perna berpuasa, berpuasalah. Yang memiliki harta banyak tapi belum haji, segera daftarkan diri,” terang Ustad Somad

 

“Jangan lalai. Jangan angkuh dan sombong hidup di atas dunia ini, karena asal kita dari tanah, kita akan kembali ke tanah. Setampan apa pun kita sekarang, secantik apa pun, sehebat apa pun, sekaya apa pun, apa pun jabatan kita sekarang, toh akhirnya kita akan menjadi santapan cacing tanah. Kalau amal tidak ada, tempat kita adalah neraka jahanam yang apinya menyala-nyala,” tuturnya.

 

“Karena itu, mumpung kesempatan masih ada, perbanyaklah berbuat amal. Dirikan shalat, rajin bersedekah, lakukan puasa Senin Kamis, naik haji bila sudah mampu. Lagi pula, orang yang mengaku umat Islam tapi tidak shalat, bila sudah mati tidak boleh dimandikan, tidak boleh dikafani, tidak boleh disyalatkan, tidak boleh dimakamkan dipemakaman muslim. Kalau semuanya tidak boleh, berarti mayat itu dibuang saja ke laut atau ke sungai,” tegas ustad Somad. [email protected]

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.