Portal Kabupaten Sijunjung

BELADIRI SILEK ADALAH WARISAN TURUN TEMURUN

Silek atau silat (bahasa Indonesia) adalah seni beladiri yang dimiliki oleh masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat, Indonesia yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi, oleh karena itu Dinas Pendidkan dan Kebudayaan gelar gelanggang silek tradisi minang untuk menjalin silaturahmi antar perguruan silek se-Kabupaten di Panggung Utama Jalan Lansek Manih, Selasa (13/2) Malam.

Sepuluh grup tampil pada acara silaturahmi antar perguruan silek yaitu, Pangian Tuntutan Taqwa dari Tanjung Lolo, Sinar Tampalo dari Padang Laweh, Tarolak dari Kamang, Bintang Harapan dari Muaro, Harimau Jantan dari Unggan, Bungo Satangkai dari Muaro, Kinantan dari Muaro, Rimbo Piatu dari Sumpur Kudus Selatan, Harimau Piatu dari Sumpur Kudus dan Minang Saiyo dari Bukit Gombak.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Bidang Kebudayaan serta angku-angku niniak mamak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ramler,SH.MM mengucapkan terima kasih kepada guru dsn tuo-tuo silek dari seluruh penjuru Kabupaten Sijunjung yang telah ringan tangan mewariskan ketangkasan olahraga beladiri silek.

Silek merupakan seni tradisi beladiri yang kaya akan makna dan falsafah hidup orang minangkabau, setiap daerah memiliki jenis silek berbeda yang dikembangkan berdasarkan adat dan kearifan lokal masing-masing.

Dia mengajak, Mari kita lestarikan lagi kesenian-kesenian tradisi minang, dikarenakan saat ini semakin berkurang minat dan perhatian dari setiap generasi untuk mempelajari dan mewariskan kepada generasi selanjutnya.

Mudah-mudahan setelah kegiatan ini diselenggarakan mampu mendorong semangat generasi muda kembali ke gelanggang untuk belajar dalam beladiri silek ” intinya anak mudo minang harus pandai basilek”, harapnya. (Dicko/Noven-kominfo)@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.